Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Presiden Chile: Petambang yang Terjebak 17 Hari, Pasti Dikeluarkan

Kamis 26 Aug 2010 00:20 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, SANTIAGO--Presiden Sebastian Pinera, Selasa (24/4)  mengatakan, 33 pekerja tambang yang terperangkap sejak 19 hari lalu di tambang tembaga di Chile utara akan diselematkan sebelum akhir tahun. Dia mengatakan, negara akan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menyelamatkan para pekerja tambang itu,  sebagai upaya penghargaan terhadap kekuatan dan kesatuan.

"Mereka dalam keadaan baik, dengan keyakinan baik. Namun mereka juga masih mengkhawatirkan penambang lain karena tidak tahu apakah sisanya bisa meninggalkan tambang." Pinera mengatakan, presiden Peru, Kolombia dan Spanyol serta negara-negara lain telah mengimbau mereka untuk menyatakan kegembiraan mereka mengenai pekerja tambang yang masih hidup.

Para pekerja tambang jatuh ke dalam kegelapan pada 5 Agustus ketika tambang di bawah pegunungan yang gundul itu runtuh, di utara padang pasir Atacama, Chile. Mereka diduga bertahan hidup dalam kondisi darurat selama dua hari dengan hanya pasokan makanan seadanya di bawah tambang, ketika dunia luar pada akhirnya mencapainya mereka 17 hari setelah tambang itu runtuh.

Regu penyelamat pada akhirnya mengebor membuat lubang yang digunakan sebagai terowongan yang menghubungkan ke tempat penampungan mereka seukuran ruang keluarga, setelah tujuh kali gagal diupayakan. Pasokan makanan kini bisa mencapai mereka dan mereka sudah bisa berkomunikasi dengan pihak luar melalui sambungan stabil.

Presiden Pinera, Ahad (22/8) mengatakan, bahwa 33 pekerja tambang yang terjebak di dalam tambang tembaga sejak 17 hari lalu di utara negara, masih hidup. Dia mengatakan, tim-tim penyelamat telah membuat kontak-kontak dengan pekerja tambang itu melalui pesan yang dikaitkan pada bor dan sinyal dari mereka.

Pinera mengatakan Senin, bahwa tim investigasi pada kecelakaan tambang tembaha di San Jose itu akan terus dilakukan untuk memeriksa pihak yang bertanggungjawab. Sebanyak 33 pekerja tambang yang terperangkap di dalam tambang itu pada akhirnya melakukan kontak dengan tim-tim penyelemat pada Ahad, 17 hari setelah tambang tersebut runtuh. Semua pekerja yang terperangkap itu pun masih hidup.

sumber : Ant
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA