Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Nilai Kontrak Kolev tak Lebih Mahal dari RD

Jumat 30 Jul 2010 01:59 WIB

Rep: Maspriel Aries/ Red: Endro Yuwanto

Ivan Kolev

Ivan Kolev

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG--Sriwijaya FC menghadapi musim kompetisi Super Liga Indonesia mendatang dengan pelatih baru Ivan Kolev. Pelatih asal Bulgaria tersebut akan menggantikan pelatih lama Rahmad Darmawan (RD) yang kontraknya tidak diperpanjang.

 

Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin, Kamis (29/7) mengatakan, Sriwijaya FC sudah pasti akan ditangani Kolev. Mantan pelatih tim nasional Indonesia itu sudah resmi menyandang pelatih dan manajer Sriwijaya FC pada musim kompetisi 2010/2011.

 

''Untuk Kolev, Sriwijaya FC mengontrak selama satu musim kompetisi. Nilai kontraknya jelas tidak lebih mahal dari Pak Rahmad Darmawan. Sebagai pelatih dan manajer Ivan Kolev akan mendapat fasilitas perumahan,'' kata Hendri yang juga Direktur Operasional PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).

 

Sementara untuk belanja pemain manajemen Sriwijaya FC mengalokasikan dana Rp 15 miliar. Dana tersebut untuk membeli lima pemain asing dan pemain lokal. ''Khusus pemain berlabel tim nasional akan kami kurangi kuotanya dari jumlah sebelumnya sebanyak tujuh pemain. Untuk urusan pemain seluruhnya diserahkan ke pelatih,'' jelasnya.

 

Untuk mengejar target juara Liga Super dan Piala Indonesia musim mendatang, menurut Hendri, Sriwijaya FC tetap akan memburu pemain-pemain berkualitas. ''Mekanismenya, setelah pelatih menyodorkan nama pemain yang dibutuhkan, manajemen akan melakukan pendekatan dan negosiasi dengan pemain tersebut,'' ujarnya.

 

Menjalani musim kompetisi tahun 2010/211, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sebagai pengelola klub berjuluk 'Laskar Wong Kito' sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 28 miliar. ''Manajemen sudah menghitung untuk menghadapi kompetisi musim mendatang Sriwijaya FC membutuhkan dana sampai Rp 28 miliar.'' Kata Hendri Zainuddin yang juga Direktur Operasional PT SOM.

 

Menurut Hendri, jumlah itu mengalami peningkatan dibanding Liga Super Indonesia lalu yang hanya sebesar Rp 23 miliar. ''Anggaran sebesar Rp 28 miliar tersebut diperoleh PT SOM dari berbagai sumber, termasuk masih dari APBD Provinsi Sumatra Selatan yang dialokasikan melalui KONI,'' tegasnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA