Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Menteri BUMN: Hanya 10 BUMN Yang Merugi Hingga Akhir 2010

Ahad 18 Jul 2010 02:43 WIB

Rep: Yulianingsih/ Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustofa Abu Bakar mengatakan, pihaknya mentargetkan hanya tinggal 8 hingg 10 BUMN saja yang diprediksikan akan merugi hingga akhir tahun 2010. Jumlah itu menurutnya, berkurang 50 persen dari akhir tahun 2009 yang mencapai 22 BUMN yang mengalami kerugian. Jumlah BUMN Indonesia sendiri saat ini mencapai 132 BUMN.

"Saat ini kita terus emlakukan penyehatan dnegan berbagai langkah, dari merger bahkan likuidasi. Semua masih dalam proses, antara lain Balai Pustaka dan beberapa BUMN lainnya. Sehingga kita targetkan hingga akhir tahun 2010 hanya tinggal 8 hingga 10 BUMN yang merugi," tandas Mustofa Abu Bakar kepada wartawan usai menghadiri ujian terbuka promosi doktor Tanri Abeng di UGM, Sabtu (17/7).

Dengan begitu kata dia, kerugian BUMN tahun 2010 ini diprediksikan hanya tinggal Rp 190 miliar saja dari akhir tahun 2009 lalu yang mencapai Rp 500 miliar lebih. Selain melakukan penataan BUMN melalui beberapa usaha tersebut, tahun 2010 ini pihaknya kata Mustofa juga akan membentuk holding company untuk BUMN-BUMN terutama di sektor perkebunan.

Mustofa mengaku kajian Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tanri Abeng dalam disertasinya pada ujian doktor di Sekolah pasca Sarjana UGM tentang kebijakan profitisasi sebelum privatisasi melalui reformasi struktural untuk pendayagunaan BUMN Sektor Perkebunan sangat implementatif untuk diterapkan pada BUMN Perkebunan di Indonesia.

"Tahun 2010 ini dapat kita rampungkan konsep Pak Tanri Abeng untuk untuk one holding sektor perkebunan. Saat masih 15 BUMN di sektor perkebunan, nanti akan kita bentuk satu holding," tambahnya.

Holdingisasi inipun, kata dia, merupakan tahap awal untuk efisiensi dan kompetitifnes BUMN perkebunan. Dari segi efisiensi sendiri kata dia, dari 15 manajemen akan dijadikan satu dalam sebuah holding. "Anak-anak perusahaan cukup kita perbantukan direksi dan komisaris kecil. Sehingga peran strategis finance, marketing invesment ditarik ke atas, sehingga yang dibawah hanya memilikirkan produktivitas, kualitas produk dan maksimum distribusi," tambahnya.

Sementara itu Komut PT Telkom Tbk, Tanri Abeng mengatakan, pengelolaan holding company bersifat korporasi. "Pembukaan holding ini penting. Kalau holding kan berarti badan usaha di bawah holding akan mampu dikembangkan melalui pendanaan dari holding," terangnya usai ujian Doktoral di UGM..

Melalui holding tersebut, profitabilitas BUMN sendiri sudah bisa ditibngkatkan minimal dua kali lipat. Karena kata dia, dari aspek harga bisa ditingkat sekitar 7 sampai 10 persen di atas harga sekarang. "Kalau itu terjadi maka secara otomatis keuntungan double dari sekarang. Itu dari keuntungna harga saja, belum dari efisiensi pengelolaan dan sebagainya. Ini meningkatkan nilai BUMN itu sendiri," tandasnya.

Pembentukan holding company untuk menyelamatkan BUMN di Indonesia itupun tidak membutuhakn waktu lama. Dalam setahun, kebijakan itu bisa diimplementasikan. Menteri BUMN kata dia, harus mengajukan usul tentang pembentukan holding company ini kepada Menteri Keuangan. Dan Menkeu, sebenarnya bisa melakukan persetujuan karena sebenarnya tidak ada modal yang baru akan dikeluarkan oleh Menkeu, hanya pengalihan saja dari Menkeu ke holding company. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA