Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Kaisar Jepang Jadi Penggemar Sepak Bola

Sabtu 10 Jul 2010 08:27 WIB

Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO--Majunya Jepang secara mengejutkan ke babak 16 besar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan membuat Kaisar Akihito dan Putri Michiko menjadi penggemar sepak bola. Ia bahkan bangun dinihari untuk menyaksikan siaran televisi secara langsung.

Berita tersebut muncul hari Jumat (9/7) ketika pasangan kekaisaran tersebut menerima pelatih Jepang, Takeshi Okada, dua pemain senior, dan Ketua Persatuan Sepak Bola Jepang, Motoaki Inukai di Istana Kekaisaran.

Skuad 'Blue Samurai' menepis anggapan sebagai tim 'underdog' saat mau ke babak sistem gugur setelah mengalahkan kamerun 1-0, kalah dengan skor yang sama dari Belanda, sebelum secara mngejutkan mengalahkan Denmark 3-1.

Impian mereka untuk pertama kalinya maju ke perempatfinal Piala Dunia dikandaskan oleh Paraguay, yang mengalahkan mereka 3-5 melalui adu tendangan penalti setelah bermain imbang tanpa gol.

"Saya sangat tergerak ketika mendengar bahwa Yang Mulia hampir menyaksikan semua pertandingan kami secara langsung," ujar kapten Jepang dan gelandang Wolfsburg Makoto Hasebe kepada wartawan setelah audensi itu.

Pelatih Okada mengatakan, Putri Michiko, yang setahun lebih muda dari Kaisar yang kini berusia 75 tahun, mengatakan, kepadanya bahwa ia bangun tidur untuk menyaksikan pertandingan Jepang-Denmark yang dimujlai pukul 03.30 dinihari waktu Jepang.

"Ketika ia bangun tidur demikian pagi di pagi itu, Yang Mulia juga bangun. Mereka sepakat bahwa mereka akan nonton televisi bersama," kata Okada. "yang Mulia memberitahu kami bahwa tim berjuang seperti orang Jepang," kata pelatih berusia 53 tahun itu.

Dalam penampilannya yang jarang di muka umum, Akihito dan anggota Keluarga Kekaisaran lainnya sering menyaksikan pertandingan sumo dan basebal, sementara sepak bola kurang populer.

Pasangan Kekaisaran itu mengundang tim sepak bola nasional negara tersebut ke Istana sebelum Piala dunia 2002 dan 2006.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA