Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Berkat LIPI, Kini Gudeg Bisa Tahan Tanpa Pengawet

Selasa 06 Jul 2010 10:55 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL--Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui unitnya di Yogyakarta berhasil menemukan teknologi yang membuat makanan khas, gudeg, tetap segar dan bisa bertahan hingga setahun berada dalam kemasan kaleng tanpa bahan pengawet. Riset sejak 2005 menghasilkan proses pengalengan  yang membuat gudeg tetap segar selama setahun. Meminimalisir kontak udara dalam tahap pengepakan masakan gudeg membuat makanan itu bisa bertahan lama tanpa bahan pengawet.

Kepala Seksi Program dan Kerja Sama Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (UPT BPPTK) LIPI Yogyakarta, Hardi Julendra, di Gunungkidul Senin mengatakan, riset dilakukan untuk mengurangi peredaran makanan berbahan pengawet kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia.

UPT BPPTK LIPI Yogyakarta mencari terobosan dengan memproduksi bahan olahan untuk manusia dan hewan tanpa zat kimia, katanya. "Akhirnya pada Januari 2010 kami mendapatkan Nomor BPOM MD: 555112001035 dan Label Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah melakukan uji klinis sebagai prasyarat akhir sebelum dikomersialkan," kata Junendro kepada ANTARA.

Menurut dia gudeg kemasan dalam kaleng yang mampu bertahan selama setahun tersebut menjadi produksi unggulan UPT BPPTK LIPI, termasuk produk Makanan Lewat Pipa (MLP) yang berbahan baku tempe berbentuk tepung untuk menambah asupan gizi bagi balita. Didampingi dua anggota tim riset bahan makanan UPT UPT BPPTK Asep Nur Hikmat dan Muhammad Anwar, Junendro mengatakan bahwa sekarang kapasitas produksi UPT BBPK LIPI Yogyakarta sudah 100 kaleng gudeg per hari dengan tenaga kerja enam orang .

"Sedangkan untuk pemasaran dan distribusi produk gudeg kaleng tersebut dilakukan oleh KOLIGA (Koperasi LIPI Gading) yang beralamatkan di Jl. Wonosari, Yogyakarta Km 4, Gading, Playen, Gunungkidul yang juga kantor UPT BPPK LIPI Yogyakarta," katanya.

Menurut dia terobosan lain dari UPT BPPTK LIPI Gunungkidul adalah memproduksi immune chick dan limo-fit. Immune chick berbahan baku cacing tanah sedangkan limo-fit berbahan baku protein udang. "Kedua produk tersebut, immune chick sebagai antibiotik dan limo-fit sebagai perangsang dan penyegar pakan ternak khususnya ayam pedaging," katanya.

sumber : ant
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA