Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Ini Dia Mitos Salah Soal Kolesterol

Selasa 06 Jul 2010 01:53 WIB

Rep: cr2/ Red: Ririn Sjafriani

Telur seringkali diklaim sebagai makanan kolesterol tinggi.

Telur seringkali diklaim sebagai makanan kolesterol tinggi.

Foto: corbis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Jika Anda berpikir tahu banyak tentang kolesterol, sebaiknya anda berpikir ulang. Pasalnya, tak sedikit mitos yang tak bisa dipercayai kebenarannya.

Belum lagi, banyak informasi yang berbeda tentang kolesterol termasuk didalamnya makanan apa yang menyebabkan hal itu. Namun, ada baiknya anda melihat beberapa mitos berikut sehingga menjadi acuan Anda untuk lebih mengenal siapakah kolesterol itu?

  • Mitos pertama : Warga AS pemilik kolesterol tertinggi di dunia.
Tahukah Anda, warga AS tengah mengalami kondisi memperihatinkan soal obesitas. Celakanya, dari obesitas ini berlanjut pada penyakit seperti kolesterol, serangan jantung, dan penyakit lainnya. Sebagai negara dengan tingkat standar hidup dan medis nan tinggi nampaknya tidak mempengaruhi kemampuan AS dalam mengatasi persoalan tersebut.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2005, Pria AS menempati urutan ke 83 rata-rata tingkat kolesterol sedangkan pihak perempuannya menempati urutan 81. Rata-rata baik pria dan wanita mengandung 197 mg/dl. Catatan itu terbilang parah dan beresiko.

Sebagai perbandingan, Kolombia, sebagai negara dengan catatan resiko kolesterol tertinggi mencatat kadar kolesterol dalam darah 244 mg/dl. Angka itu jauh lebih parah ketimbang Israel, Libya, Norwegia dan Uruguay yang mencatat kadar kolesterol 232 mg/dl.

  • Mitos kedua : Telur merupakan musuh bebuyutan.
Meski telur mengandung nutrisi yang diperlukan bagi tubuh, tak sedikit yang menganggap telur sebagai musuh bebuyutan yang patut diwaspadai. Padahal, telur hanya mengandung kolesterol sekitar 200 mg atau sekitar 2/3 dari rekomendasi American Heart Association (AHA) sekitar 300 mg. Memang benar, bila telur dikonsumsi secara berlebihan, bukan manfaat yang diperoleh melainkan kadar kolesterol darah yang tinggi.

Namun, hal itu bisa dihindari bila terdapat kontrol terhadap konsumsi telur. Bila dikonsumsi hanya 2 kali perhari tidak akan berbahaya. Karena, telur merupakan sumber protein dan lemak tak jenuh yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

  • Mitos ketiga : Anak-anak tidak mungkin terkena kolesterol tinggi.
Sebagian besar individu berpikir, kolesterol hanya masalah bagi manusia dewasa. Namun, hal itu tidaklah benar. Berdasarkan, informasi yang dikeluarkan American Academy Pediatrics Juli 2008 mengatakan anak-anak dimungkinkan terkena kolesterol.

Informasi itu merujuk pada rekomendasi yang melihat pada anak-anak yang mengalami obesitas terkena pula hipertensi. Selain itu, anak-anak yang memiliki riwayat penyakit jantung dari pihak keluarga diketahui bisa terkena penyakit tersebut dalam usia 2 tahun.

Penting bagai anak-anak dengan kolesterol tinggi harus membatasi lemak jenuh sampai 7 persen dari kalori dan tidak lebih dari 200 mg per hari. Perbanyak konsumsi makanan berserat dan memperbanyak olahraga sangat dianjurkan.

Ihwal kekhawatiran orang tua terhadap kemungkinan pemberian obat kolesterol pada anak-anak, sebuah studi menunjukan kurang dari 1 persen dari remaja berusia 12-17 tahun yang disarankan untuk menjalani pengobatan.

  • Mitos keempat : Makanan yang bersahabat dengan jantung adalah 0 mg kolesterol
Makanan yang dilabeli penyebab kolesterol adalah makanan yang secara signifikan menaikan kadar kolesterol dalam darah. Lemak jenuh seperti yang terdapat pada daging dan susu serta makanan kemasan akan memberikan pengaruh besar pada low-density lipoprotein (LDL) atau yang lebih dikenal sebagai lemak jahat. Keberadaan LDL juga menyebabkan aterosklerosis, suatu penyakit yang menyumbat pembuluh darah yang mengantarkan makanan dan oksigen ke seluruh jaringan dan organ.

  • Mitos kelima : Kolesterol merupakan hal buruk
Ketika sebagian masyarakat mendengar kata kolesterol mereka berpikir itu sesuatu yang buruk. Seperti kebanyakan hal dalam kehidupan, kenyataan merupakan bagian kehidupan yang rumit.

Kadar kolesterol dalam darah terbilang tinggi bakal berbahaya bagi kesehatan tapi kolesterol tetap diperlukan tubuh guna mendukung isolasi sel-sel saraf dalam otak dalam menyediakan struktur untuk membran sel. Itulah mengapa tubuh manusia membuat substansi putih seperti lilin (sekitar 75 persen dari kolesterol dalam darah Anda dibuat oleh hati dan sel lain di tubuh Anda).

Tak hanya itu, peran kolesterol dalam penyakit jantung sering disalahpahami. Kolesterol dibawa melalui aliran darah dengan kepadatan rendah dan high density lipoprotein (LDL dan HDL). LDL, dikenal sebagai kolesterol jahat, dan bukan kolesterol yang membawa manfaat bagi tubuh bahkan bertanggung jawab sebagai penyebab aterosklerosis.

sumber : health.msn
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA