Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Mahmoud Abbas Akui Hak Yahudi atas Tanah Palestina

Jumat 11 Jun 2010 01:30 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Mahmoud Abbad

Mahmoud Abbad

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada para pemimpin Yahudi Amerika Serikat bahwa ia tidak akan menyangkal hak-hak orang-orang Yahudi di tanah Palestina. Ia berbicara di depan  peserta diskusi meja bundar sejama dua jam.

Sekitar 30 pemimpin Yahudi dari berbagai organisasi seperti AIPAC, Liga Anti-Fitnah, dan Konferensi Presiden Organisasi Utama Yahudi (the Conference of Presidents of Major Jewish Organizations) ambil bagian dalam pertemuan Washington, yang memfokuskan pada pembicaraan damai tidak langsung dan pengurangan kekerasan di Palestina.

Presiden Palestina mengatakan selama diskusi bahwa ia di masa lalu yang diusulkan menciptakan komisi trilateral untuk memantau hal itu, tapi Israel tidak pernah setuju untuk itu.

Ketika ditanya apa yang bisa ditawarkan  Israel untuk menunjukkan bahwa ia serius atas inisiatif perdamaian, Abbas mengingatkan para peserta bahwa dia telah berbicara kepada publik Israel dalam wawancara pada Channel 10. "Kenapa tidak Bibi pergi ke TV Palestina dan melakukan hal yang sama?" kata Presiden Palestina. "Saya tidak akan menyangkal hal Yahudi atas tanah Israel."

Kemudian pada Rabu, Abbas mengatakan kepada Charlie Rose dalam sebuah wawancara di PBS bahwa Israel harus setuju untuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina sebagai prasyarat yang diperlukan untuk penyelesaian damai."Yerusalem Timur adalah wilayah yang diduduki. Seluruh dunia mengakui termasuk Amerika Serikat," kata Abbas. "Kami tidak bisa menerima solusi apa pun yang tidak termasuk Yerusalem Timur."

Selama wawancara itu, Abbas juga memuji administrasi Barack Obama dan upaya untuk mendatangkan solusi dua-negara. "Solusi dua negara tidak lagi hanya kepentingan Palestina atau kepentingan Israel atau kepentingan Timur Tengah, tetapi juga merupakan kepentingan Amerika."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA