Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Wah, Tinggal di Desa Bikin Panjang Umur

Selasa 01 Jun 2010 01:26 WIB

Rep: cr2/ Red: Ririn Sjafriani

Pemandangan suasana pedesaan.

Pemandangan suasana pedesaan.

Foto: panca/republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Apakah Anda ingin berumur panjang? Tinggallah di desa. Demikian hasil riset National Statistics di Inggris.

Faktor udara segar dan lebarnya ruang di desa menjadi alasan mengapa individu yang tinggal di pedesaan memiliki harapan hidup dua tahun lebih panjang ketimbang saat berdomisili di daerah perkotaan.

Hasil riset juga mengungkap, sekalipun daerah pedesaan yang ditinggali merupakan kawasan miskin dan jauh dari pusat kota, tingkat harapan hidup seseorang lebih baik ketimbang mendiami kawasan perkotaan. Temuan itu sekaligus membuktikan tingkat harapan hidup individu lebih tinggi ketimbang di kota.

Di Inggris, selama beberapa tahun belakangan, wilayah distrik Doresrt, yang berlokasi di Utara London merupakan kawasan favorit warga Inggris berusia lanjut. Pada tahun lalu, kawasan distrik lainnya, Wimbourne Minister merupakan kawasan pedesan yang menempati urusan teratas untuk tingkat harapan hidup warganya.

Secara umum, laki-laki di pedesaan mampu mencapai usia 78-79 tahun sedangkan laki-laki di kota hanya rata-rata pria hanya mencapai usia 76 tahun. Sedangkan, kaum perempuan mampu mencapai umur rata-rata 76 tahun. Perempuan yang mampu bertahan hidup hingga 81 tahun ketika memutuskan tinggal di pedesaan mampu mencapai umur 82-83 tahun.

"Ketersediaan udara yang bersih, lingkungan asri dan ruang yang luas untuk berolahraga secara signifikan meningkatkan harapan hidup individu," catat peneliti, seperti dikutip dari dailymail, akhir pekan ini.

Peneliti menjelaskan daerah pedasaan yang minim pembangunan juga banyak terbantu dengan kehadiran orang-orang kota. Peneliti juga menyebut kekurangan di daerah pedesaan tidak berpengaruh terhadap angka harapan hidup pedesaan dan hal itu berbeda dengan kemiskinan di kota-kota.

Sementara itu, hasil survei terbaru yang digagas sekelompok asuransi pertanian, tujuh dari sepuluh desa, penduduknya bermigrasi ke kota atau luar negeri untuk bekerja kemudian kembali lagi ke daerah atau negara asal setelah mereka pensiun.

Hasil survei juga mencatat semakin banyak penduduk desa yang merupakan pensiunan dari kota atau pemilik rumah yang memutuskan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di desa.

Efeknya, tingkat kekayaan di daerah pedesaan kian meningkat. Selain itu, tingkat pengeluaran rumah tangga di pedesaan tahun lalu lebih tinggi di desa (£505.40 atau setara dengan 6.7 juta rupiah) ketimbang  di kota (£ 446.7 atau setara dengan 5.98 juta rupiah).

Mereka yang tinggal di pedesaan, umumnya menghabiskan waktu lebih banyak untuk berlibur, rekreasi, budaya, olahraga dan transportasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA