Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Rahasia Panjang Umur Itu Ternyata Sederhana

Rabu 19 May 2010 22:58 WIB

Red: Ririn Sjafriani

Tampak seorang kaker bermain dengan cucu perempuan. Memiliki hubungan dekat dengan keluarga dan teman merupakan salah satu kunci umur panjang.

Tampak seorang kaker bermain dengan cucu perempuan. Memiliki hubungan dekat dengan keluarga dan teman merupakan salah satu kunci umur panjang.

Foto: corbis

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Apakah Anda ingin memiliki umur yang panjang dengan tubuh sehat? Ada baiknya Anda menyimak hasil penelitian yang baru dilakukan. Peneliti mengungkap, memiliki hubungan dekat dengan keluarga dan teman-teman bisa jadi jalan untuk hidup sehat dan panjang umur.

Sebuah studi yang dilakukan para orang-orang yang berusia 100 tahun keatas mengungkap, membangun hubungan yang erat antara teman dan keluarga berkaitan dengan faktor kunci usia mereka.

Para peneliti memberikan pertanyaan pada partisipan mengenai rahasia mempertahankan kekuatan mereka. Sebagian besar jawaban tersebut adalah bersosialisasi, berpikiran terbuka dan optimis.

Hanya dua dari partisipan tersebut yang merokok, meskipun sebanyak 28 partisipan adalah bekas perokok. Sebagian besar pernah mengonsumsi alkohol dengan jumlah secukupnya.

Sebagian besar partisipan masih beraktivitas fisik, sekitar 60 persen mengaku berjalan atau berolahraga bentuk lain secara teratur.

Salah seorang Peneliti, Robyn Richmond mengatakan, faktor genetik hanya berperan sekitar 20-30 persen dari kemungkinan seseorang hidup hingga usia 100 tahun. Artinya, kepribadian dan gaya hidup adalah faktor utama.

"Kontak sosial dengan keluarga dan teman sangat penting. Partisipan yang usia mencapai 100 tahun lebih memiliki hubungan sosial yang kuat dengan mengunjungi keluarga, teman dan tetangga secara
teratur," ujarnya.

Jika para lansia yang tidak memiliki anak, lanjut Richmond, maka mereka memiliki hubungan kuat dengan teman-temannya atau jika mereka tingggal di panti jompo maka mereka melakukan hal menarik dengan penghuni lain.

Richmond yang berasal dari New South Wales University di Sidney yang memimpin penelitian itu mengatakan rendahnya ketegangan saraf adalah ciri kepribadian partisipan yang panjang umur tersebut.

"Mereka tidak cenderung terganggu oleh emosi negatif, sehingga mereka tidak berseteru dengan orang lain, tidak marah atau merasa bersalah, tidak tegang atau depresi," kata Richmond.

Dia menambahkan, orang yang berusia 100 tahun lebih itu terbuka akan perubahan. Mereka telah melalui berbagai cobaan dan penderitaan. Namun, mereka cenderung bersikap periang. "Mereka juga teliti, yang artinya mereka mengikuti pesan dokter untuk menjaga gaya hidup sehat," ujarnya.

"Artinya, jika Anda memiliki genetik yang buruk namun hidup sehat dan tetap positif, Anda masih memiliki kemungkinan untuk berusia panjang," pungkasnya.

sumber : dailymail.co.uk
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA