Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

"Si Anak Kampoeng" Terinspirasi Kisah Syafi'i Ma'arif

Jumat 12 Feb 2010 22:02 WIB

Red:

JAKARTA--Novelis Damien Dematra menuturkan, novel terbarunya berjudul "Si Anak Kampoeng" terinspirasi oleh kekagumannya terhadap kisah hidup tokoh idolanya, Prof Dr HA Syafi'i Ma'arif, yang dinilainya sebagai tokoh pluralisme sekaligus guru bangsa.

"Saya memang menyukai tokoh-tokoh pluralistik dan Buya Syafi'i Ma'arif ini salah satu tokoh pluralistik yang saya sukai, selain (almarhum) Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid.red)," kata Damien Dematra yang ditemui usai acara peluncuran Novel "Si Anak Kampoeng" di Jakarta, Kamis (11/2) malam.

Damien mengaku mengenal Gus Dur yang juga mantan Ketua Umum PBNU terlebih dahulu, sebelum mengenal Syafi'i Ma'arif yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammdiyah itu. Sebelumnya, ia telah menganggap Gus Dur sebagai gurunya. Namun, setelah mengenal Syafi'i Ma'arif, penulis novel berjudul Demi Allah, Aku Jadi Teroris dan Tuhan, Jangan Pisahkan Kami tersebut merasa mendapatkan dua guru.

Menurut dia, Gus Dur dan Syafi'i Ma'arif adalah dua tokoh nasionalis dan guru bangsa yang luar biasa. Pada Senin (8/2), Damien Dematra juga telah meluncurkan buku karyanya yang berjudul "Sejuta Doa untuk Gus Dur", bertepatan dengan 40 hari wafatnya mantan Presiden RI itu.

Kisah Syafi'i Ma'arif menjadi menarik untuk diangkat, lanjut dia, karena kehidupannya yang dramatis dan bisa menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja. Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta Mgr Suharyo yang turut hadir dalam peluncuran buku tersebut, mengapresiasi upaya penerbitan sejarah seorang tokoh agama yang inklusif dalam bentuk novel.

"Saya kira tidak mudah mengakrabkan sejarah dengan generasi muda. Namun, dengan novel ini menjadi lain," kata Mgr Suharyo. Menurut Mantan Uskup Keuskupan Agung Semarang tersebut, masyarakat Indonesia masih membutuhkan tokoh-tokoh agama yang bisa mengayomi dan bisa memberi pengertian tentang indahnya perbedaan. Syafi'i Ma'arif dinilainya mampu menjadi panutan bagi masyarakat.

Di lain pihak, Damien Dematra menyayangkan minimnya novel-novel inspiratif di pasaran. Jarang sekali terdapat novel yang berasal dari kisah nyata yang bisa memotivasi pembacanya, "Saya mencoba membuat buku yang bisa dibaca oleh semua lapisan umur, terutama anak kecil," tutur Damien.

Menariknya buku ini terletak pada pentingnya aspek pendidikan yang bisa mengubah nasib buruk siapa pun menjadi nasib baik.

Syafi'i Ma'arif, baginya, merupakan tokoh yang mempersembahkan hidupnya untuk menjadi milik bangsa Indonesia dan kemanusiaan melampaui batasan kelompok dan agama.

"Harapan saya, buku ini bisa menginspirasi kaum muda akan pentingnya pendidikan. Pendidikan bisa mengubah anak kampung biasa menjadi tokoh luar biasa. Syafi'i Ma'arif adalah orang yang tak mau berhenti belajar," tutur Damien.

Selain itu Damien berharap buku ini nantinya bisa mengikuti sukses Laskar Pelangi. "Mudah-mudahan buku ini bisa menuai sukses seperti Laskar Pelangi. Kata penerbit, buku ini bagus sekali. Karena itulah, mereka mau menerbitkan," katanya.

Sedangkan film "Si Anak Kampoeng" yang kisahnya diambil dari skenario dengan judul dan penulis yang sama, rencananya juga segera diluncurkan. Dalam peluncuran novel tersebut, hadir pula beberapa tokoh ternama. Mereka di antaranya Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta Mgr Suharyo, Pastur sekaligus Ahli Filsafat Franz Magnis-Suseno, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, tokoh nasional Surya Paloh, dan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA