Senin 18 Jan 2021 11:16 WIB

Lazismu: Dari Dulu ZIS Sudah Dapat Diandalkan

Lazismu sebut ZIS diandalkan sejak dulu.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil
Lazismu: Dari Dulu ZIS Sudah Dapat Diandalkan. Foto: Ilustrasi Zakat
Foto: Republika/Prayogi
Lazismu: Dari Dulu ZIS Sudah Dapat Diandalkan. Foto: Ilustrasi Zakat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 136 bencana alam yang terjadi di tanah air sepanjang 2021, 1-16 Januari. Bencana yang paling banyak terjadi adalah banjir dengan 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian, dan gelombang pasang 2 kejadian. Akibat rentetan bencana ini 80 orang meninggal dunia dan 858 orang luka-luka, sebanyak 405.584 orang juga terpaksa mengungsi.  

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief mengatakan, Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah mengerahkan tim untuk membantu penanggulangan bencana. Lazismu sedang dan terus mengoptimalkan penggalangan dana, kata Hilman.

Baca Juga

"Lazismu dan tim MDMC sudah berada di bbrp lokasi terdampak bencana. Saat ini Lazismu juga sedang mengoptimalkan penggalangan dana di kalangan warga persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat umum dalam tiga Juma't kedepan," ujarnya saat dihubungi Republika, Senin (18/1).

Dia mengatakan, saat ini Lazismu telah membangun beberapa posko kesehatan dan dapur darurat di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat dan beberapa wilayah lain. Melalui program Friday for Humanity, Lazismu juga terus menghimbau agar dana infaq Jum'at di masjid-masjid dapat disalurkan untuk membantu penanggulangan bencana, kata dia.

"Dari dulu dana zakat, infaq dan sedekah (ZIS) sudah dapat diandalkan dan sudah terbukti penggunaannya cukup efektif di lokasi bencana. Lembaga amil nya juga punya relawan yang terjaga dan berkelanjutan di banyak lokasi," kata dia.

"Kita juga akan terus memaksimalkan daya upaya kita untuk membantu mitra dan relawan kita yang sudah dalam proses emergency respons," ujar Alumni Utrecht University, Belanda itu.

Dia berharap kedepannya, LAZ dapat tetap solid dan terus mampu mengoptimalkan proses penggalangan, mengefektifkan proses penyaluran, dan menjaga terus akuntabilitasnya, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement