Sabtu 16 Jan 2021 13:14 WIB

Panglima TNI Kunjungi Lokasi Banjir di Tanah Laut, Kalsel

Prajurit TNI yang diterjunkan membantu banjir mencapai 1.053 personel gabungan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah) meninjau lokasi banjir di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (16/1).
Foto: Puspen TNI
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah) meninjau lokasi banjir di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (16/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, meninjau langsung lokasi bencana banjir di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (16/1). Hadi sebelumnya telah menginstruksikan jajaran TNI untuk terjun di lokasi tersebut. Tak hanya mengirimkan prajurit, Hadi juga sudah mengerahkan bantuan alat utama sistem senjata (alutsista).

Saat tiba di lokasi, Hadi mendapat pemaparan dari Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Brigjen Firmansyah terkait situasi banjir yang melanda wilayah Kalsel. Beberapa wilayah Kalsel memang diterjang banjir sejak Kamis (14/1), termasuk Kota Banjarmasin sebagai ibu kota provinsi.

"Pastikan setiap permasalahan yang ada segera dilaporkan dan dicari solusinya. Tujuannya untuk melayani masyarakat yang terkena musibah. Koordinasi dengan pihak terkait dan harus terus di evaluasi," kata Hadi merespon penjelasan Firmansyah.

Menurut Hadi, TNI saat ini telah mendirikan posko bencana dan dapur lapangan. Tempat tersebut digunakan untuk menampung dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. "Mendatangkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus dan mendatangkan air bersih dari wilayah yang tidak terdampak," kata Hadi.

Eks KSAU itu menyampaikan, jajaran TNI terus melanjutkan evakuasi warga dan pencarian terhadap korban hilang bersama Basarnas, Polri, BPBD, dan relawan. TNI juga melaksanakan koordinasi secara intensif dengan instansi lain dalam penanganan bencana banjir di Tanah Laut. "Jika diperlukan helikopter sampaikan, akan kita siapkan," ujar Hadi.

Prajurit TNI yang diterjunkan mencapai 1.053 personel gabungan yang berasal dari Kodam VI/Mulawarman, Batalyan Angkutan Air TNI AD, Korps Marinir TNI AL, Korps Paskhas TNI AU, dan prajurit TNI AU. Menurut Hadi, langkah itu merupakan bentuk kepedulian TNI dalam misi kemanusiaan dan juga bagian dari tugas pokok TNI dalam melaksanakan operasi militer selain perang (OMSP).

Hadi datang membawa bantuan, berupa 34 perahu karet. Perahu terdiri delapan unit sumbangan TNI AD, delapan unit sumbangan Marinir, 10 unit sumbangan Basarnas, dan delapan unit sumbangan Paskhas berikut dengan motor tempel. Dia menjelaskan, bantuan 10 ribu paket sembako dari Presiden Jokowi yang diangkut menggunakan Pesawat Heculles A-1327 juga dibagikan ke korban banjir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement