Selasa 02 Jun 2020 16:07 WIB

Mendes: Desa Harus Lebih Siap Hadapi New Normal

Desa harus mengacu protokol kesehatan, tetapi menyesuaikan kondisi masing-masing.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita
Warga memasang portal di akses masuk Desa Gogorante, Kediri, Jawa Timur. Kementerian Desa dan PDTT sedang merumuskan persiapan desa dalam menghadapi kenormalan baru atau new normal.
Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani
Warga memasang portal di akses masuk Desa Gogorante, Kediri, Jawa Timur. Kementerian Desa dan PDTT sedang merumuskan persiapan desa dalam menghadapi kenormalan baru atau new normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengaku sedang merumuskan persiapan desa dalam menghadapi kenormalan baru atau new normal. Ia menilai, desa harus lebih siap dalam menghadapi situasi kenormalan baru agar tidak terdampak Covid-19.

"Desa harus lebih siap lagi menghadapi situasi new normal, pada konteks pertahanan diri dan lingkungannya untuk tidak terdampak Covid 19," ujar Abdul Halim saat konferensi pers virtual, Selasa (2/6).

Baca Juga

Ia mengatakan, sebagaimana dalam penanganan Covid-19, desa berperan untuk pencegahan dan dalam kaitan menangani orang dalam pemantauan (ODP). Fungsi ini juga yang juga diperankan desa dalam menghadapi kenormalan baru.

Apalagi saat ini setiap desa memiliki program desa tanggap Covid-19. "Ini harus kita lanjutkan penanganan pencegahan ya, penanganan pencegahan terkait dengan Desa Tanggap Covid 19, kemarin kita sudah melakukan webinar dengan seluruh alumni dan pekerja profesional kesehatan masyarakat se Indonesia kemarin, terkait dengan bagaimana pencegahan secara efektif di desa-desa," katanya.

Karena itu, prinsip kenormalan di setiap desa harus tetap mengacu pada protokol kesehatan, tetapi menyesuaikan kondisi masing masing desa. "Jadi intinya, protokolnya tetap mengacu ke kementerian dan lembaga, tapi tetap mengacu akar budaya, sehingga kearifan lokal tetap menjadi perhatian utama," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement