Alasan Mengapa Ibu Harus Bisa Masak

Masakan buatan ibu bisa menjadi pemersatu hadirnya anggota keluarga di rumah.

Instagram @rozmasuhardi
Tak ada alasan bagi Influencer sekaligus Pebisnis Kuliner, Rozma Suhardi, untuk tidak memasak di rumah. Baginya, memasak adalah tugas utama seorang istri dan ibu (Influencer dan Pebisnis Kuliner, Rozma Suhardi)
Red: Nora Azizah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak ada alasan bagi Influencer sekaligus Pebisnis Kuliner, Rozma Suhardi, untuk tidak memasak di rumah. Baginya, memasak adalah tugas utama seorang istri dan ibu.

Baca Juga


Kepiawaiannya memasak membuat anak-anak hingga suaminya selalu betah di rumah. Menurut Rozma, masakan rumah menjadi 'senjata' pemersatu anggota keluarga di rumah.

"Anak-anak selalu cari masakan rumah, suami juga jadi betah di rumah karena saya memasak untuk mereka," ujar Rozma, belum lama ini di Jakarta.

Rozma mengungkapkan, bahkan pada saat ia dan keluarganya berlibur ke Swiss, anak-anak dan suaminya masih saja mencari masakan rumah. Mereka lebih suka Rozma memasak daripada makan di restoran.

Akhirnya, Rozma harus belanja banyak bahan dan memasak sendiri di tempat penginapan. Meski dengan bahan seadanya, anak-anaknya tetap lahap makan.

Rozma menyarankan, agar anak dan suami betah di rumah, seorang ibu tentu harus bisa masak. Bagi ibu yang baru belajar masak, ia menyarankan agar memasak terlebih dahulu makanan kesukaan anak dan suami.

Misalnya, bila anak suka makan ayam, dan suami lebih memilih daging, ibu harus menyediakan dua menu tersebut di atas meja. Agar menu yang dimasak tidak membosankan, ibu bisa belajar aneka jenis masakan dari bahan baku ayam dan daging.

"Bagi newbie sebenarnya harus tahu dulu apa jenis masakan yang disukai ibu, anak, dan suami, kalau sudah suka biasanya masaknya gampang," kata Rozma.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terkait
Berita Terpopuler