Shisha, Kepulan Asap yang Menyenangkan, Tapi?

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta - Namanya Shisha, disebut juga Hubby-bubly,Hooka, atau di Libanon dikenal dengan Nargilla.Shisha adalah gaya merokok dari Timur Tengah, bedanya dari rokok biasa yang tembakaunya dilintig kemudian dihisap, pada shisha tembakau dimasukkan dalam tabung yang disebut bong yang disambungkan dengan sebuah pipa lentur untuk mengisap aroma tembakau berbagai rasa.

Shisha adalah tembakau basah, bila belum dicampur dengan rasa apapun disebut Jahloul, warnanya hitam,bagi yang tidak terbiasa menghisapnya bisa pusing.

Seiring perkembangan waktu shisha dimodifikasi dengan berbagai rasa buah-buahan, jadi jangan heran anda bisa merokok dengan aneka rasa buah-buahan yang berbeda-beda,ada rasa strawberry,apple,cherry,mint,anggur dan berbagai rasa lainnya.

Kegiatan yang berasal dari negeri-negeri di jazirah Arab itu sudah lama dikenal dan banyak dilakukan orang karena bisa menenangkan sekaligus menyenangkan, selama ini Shisha dianggap aman-aman saja dan tidak menimbulkan efek berbahaya.

Menurut hasil penelitian dari Department of Health and the Centre for Tobacco Control, masyarakat yang mengisap rokok shisha atau tembakau herbal akan beresiko mengalami peningkatan kadar karbon monoksida dalam tubuh.

Hal itu disebabkan, dalam satu sesi mengisap rokok shisha memiliki kecenderungan 4-5 kali lebih tinggi kandungan karbon monoksida dalam tubuh ketimbang saat mengisap rokok tembakau. Tingginya kadar kabon monoksida ini nantinya berpotensi menyebabkan kerusakan otak dan kondisi tidak sadar.

 

Photo by Google


Redaktur : Sadly Rachman
Reporter : Agung Sasongko