Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Telkomsel: Ada Penipuan Website

Jumat, 22 Maret 2013, 09:49 WIB
Komentar : 1
Penipuan lewat telepon seluler (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR - Para pelanggan Telkomsel diingatkan untuk berhati-hati terhadap SMS penipuan yang mengarahkan pelanggan melihat website tertentu. Biasanya penipuan menggunakan modus undian berhadiah.

"Pelaku mengarahkan masyarakat untuk membuka website tertentu, seakan-akan mendapat undian berhadiah dari Telkomsel," kata Head of Corporate Communications Group Telkomsel Adita Irawati.

Dalam rilisnya, Jumat (22/3), Adita mengatakan bahwa satu-satunya website korporasi Telkomsel yang memberikan informasi resmi terkait program, layanan produk ataupun promosi berhadiah secara transparan dan jelas kepada pelanggan, yaitu www.telkomsel.com. Jadi jelas Adita, jika ada SMS yang mengarahkan ke website lain, itu jelas bukan dari Telkomsel dan isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Apalagi sambung Adita, pemenang undian diminta mentransfer pajak hadiah, itu jelas penipuan. Karena Telkomsel yang dalam setiap program berhadiah, selalu membebaskan pemenangnya dari biaya pajak.

"Kalau ada program berhadiah, Telkomsel selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi, di antaranya melalui surat resmi, pemberitaan di media massa nasional, informasi di GraPARI terdekat atau di call center Telkomsel, serta website www.telkomsel.com," katanya.

Untuk mengkonfirmasi bila ada SMS yang meragukan sambung Andita, pelanggan dapat menghubungi layanan call center 24 jam, dengan menghubungi 133 untuk pelanggan kartuHalo, serta 155 dan 188 untuk pelanggan simPATI dan Kartu As. Tersedia pula akses ke nomor lain, yakni 08071811811.

Disamping itu, pelanggan juga dapat mengirimkan email pertanyaan ke cs@telkomsel.co.id atau konfirmasi melalui facebook.com/telkomsel dan twitter @telkomsel. "Atau datang langsung ke GraPARI," katanya.

Reporter : ahmad baraas
Redaktur : Taufik Rachman
1.096 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda