Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Telkom Siapkan Kontijensi Terkait Satelit Telkom 3

Thursday, 09 August 2012, 21:15 WIB
Komentar : 0
Telkom
Telkom

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT Telekomunikasi Indonesia Tbk telah menetapkan langkah-langkah kontingensi terkait kegagalan orbit Satelit Telkom-3 yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, pada Senin (6/8).

Head of Corporate Communication and Affair Telkom Slamet Riyadi dalam keterangan tertulis Kamis, menjelaskan, rencana kontingensi merupakan prosedur operasional baku, tidak terkecuali untuk transponder satelit. "Untuk Satelit Telkom-3, langkah-langkah kontingensi sudah dilakukan sebelum satelit itu diluncurkan," katanya.

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang sudah mendaftar dan mengantisipasi permintaan, Telkom melakukan penyewaan satelit yang cakupannya kurang lebih sama dengan Satelit Telkom-3.

"Telkom akan selalu memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dan calon pelanggan. Selain itu, kami juga senantiasa menjaga kesinambungan pertumbuhan bisnis," tambah Slamet Riyadi.

Terkait terjadinya anomali peluncuran Satelit Telkom-3, lanjut Riyadi, Telkom telah mendapatkan penjelasan berdasarkan "preliminary calculation" yang diterima dari pihak ISS Reshetnev.

Dalam penjelasan itu disebutkan bahwa Satelit Telkom-3 saat ini melayang di ketinggian maksimum 5.014 kilometer, masih jauh dari ketinggian orbit yang diharapkan, yaitu 36.000 kilometer.

"Kemungkinan besar satelit tersebut sama sekali tidak akan dapat dipergunakan," ujarnya.
Sebelum hasil preliminary calculation diterima, Telkom telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat dan mendesak untuk menjamin pelayanan dan operasional telekomunikasi kepada pelanggan tidak terganggu.

Slamet Riyadi menambahkan, Telkom saat ini mengoperasikan dan menggunakan beberapa satelit untuk melayani kebutuhan telekomunikasi pelanggan.

"Dari sisi keuangan, kejadian anomali peluncuran Satelit Telkom-3 juga tidak akan memberikan dampak signifikan, karena sepenuhnya telah diasuransikan," katanya menjelaskan.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...