JAKARTA--PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) triwulan I 2012 membukukan laba bersih sebesar Rp4,564 triliun atau tumbuh 19,6 persen dibanding triwulan I 2011 sebesar Rp 3,816 triliun.

"Saat yang bersamaan perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp17,8 triliun, tumbuh 6,5 persen bibanding sebelumnya Rp16,71 triliun," kata Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, di Jakarta, Kamis.

Menurut Rinaldi, kenaikan pendapatan perseroan terutama dikontribusi bisnis seluler Telkomsel yang mencapai Rp7,20 triliun tumbuh 6,5 persen dari sebelumnya Rp6,75 triliun.

Selanjutnya pendapatan interkoneksi sebesar Rp876 miliar tumbuh 3,50 persen dari Rp846 miliar, pendapatan Data, Internet dan IT sebesar Rp6,12 triliun atau tumbuh 12,2 dari Rp5,45 triliun.

Adapun pendapatan layanan telepon tetap kabel (fixed line) mencapai Rp2,81 triliun, atau turun 4,30 persen dibanding periode yang sama sebelumnya sebesar Rp2,93 triliun.

"Penurunan pendapatan telepon tetap lebih pada triwulan I 2012 tersebut lebih rendah dibanding penurunan tahun 2011 (year on year) yang mencapai 11,40 persen," ujarnya.

Penurunan prosentase tersebut merupakan sinyal bahwa program retensi perseroan terhadap pelanggan fixed line menunjukkan hasil positif, artinya mencerminkan masyarakat terhadap telepon kabel mulai meningkat kembali.

Ditambahkan, rasio Earning Before Interests, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA) tumbuh 11,40 persen menjadi Rp9,62 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 dengan margin 54,10 persen atau tumbuh 2,4 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 51,70 persen.

"Pencapaian ini sangat menggembirakan karena di tengah-tengah kompetisi yang sangat ketat, TelkomGroup masih mampu membukukan laba bersih dengan pertumbuhan yang signifikan," kata Rinaldi.


Mengelola Biaya

Lebih lanjut dijelaskan Rinaldi, di dalam persaingan yang sangat tajam, salah satu tantangan besar adalah bagaimana perseroan mengelola biaya.

Pada triwulan I 2012, "cash operating expenses" Telkom mencapai Rp8,17 triliun atau tumbuh 1,40 persen. jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,50 persen.

Pencapaian ini berhasil dilakukan sehubungan dengan telah diterapkannya program "cost optimization dan quality assurance initiatives", antara lain sentralisasi "outsourcing", pensiun dini sukarela, optimalisasi properti/aset, optimalisasi "collection fee", pengelolaan "travel management system".

Program lain "cost optimization" adalah, inovasi teknologi salah satunya modernisasi jaringan akses dari kabel tembaga ke optik, sentralisasi pengelolaan kendaraan bermotor (KBM) dan bahan bakar minyak (BBM), implementasi "green energy" dengan mengganti "freon air conditioner" dengan "retrofit hydrocarbon" bekerjasama dengan Pertamina dan beberapa program lain yang menguatkan kepada sinergi TelkomGroup maupun BUMN.

"Meskipun program "cost optimization" ini baru dilaksanakan secara konsisten sekitar setahun, kami gembira karena telah memberikan hasil yang positif. Tentu program ini akan berlanjut karena efisiensi dan efektivitas dengan sasaran yang tepat merupakan kebutuhan perusahaan modern," kata Rinaldi.

Ditambahkannya, jumlah pelanggan seluler hingga kuartal I 2012 mencapai mencapai 109,88 juta atau tumbuh 10,60 persen, pelanggan telepon kabel 8,69 juta tumbuh 4,20 persen, pelanggan Flexi (FWA) 15,12 juta atau turun 19,20 persen.

Sementara itu, jumlah pelanggan internet broadband mencapai 10,47 juta tumbuh 35,90 persen, pelanggan mobile broadband (Flash) mencapai 5,24 juta atau tumbuh 20,9 persen, pelanggan fixed broadband (Speedy) mencapai 1,88 juta naik 5,2 persen, sedangkan pelanggan layanan Blackberry mencapai 3,35 juta atau tumbuh 111,90 persen