Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Telkomsel Incar 8 Juta Produk Baru dari Bundling

Kamis, 31 Maret 2011, 19:24 WIB
Komentar : 1
telkomsel
BlackBerry Telkomsel: (kanan-kiri) VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo, Direktur Trikomsel Oke Evy Soenarjo, dan Manajemen Comtech Cellular Djohan memperkenalkan dua produk bundling BlackBerry White Edition Telkomsel terbaru, BlackBerry Tor
BlackBerry Telkomsel: (kanan-kiri) VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo, Direktur Trikomsel Oke Evy Soenarjo, dan Manajemen Comtech Cellular Djohan memperkenalkan dua produk bundling BlackBerry White Edition Telkomsel terbaru, BlackBerry Tor

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Telkomsel mengincar 8 juta pelanggan baru dari program bundling tahun 2011. Angka ini dua kali lipat dari capaian Telkomsel tahun 2010.

''Tahun 2010, dari program bundling kami menggaet 4 juta pelanggan baru,'' kata VP Channel Management Telkomsel, Gideon Edi Purnomo, saat berbicara pada acara Bincang Selular di Jakarta, Kamis (31/3). Bundling meliputi berbagai device, modem, dan gadget baik untuk segmen low end, mid end maupun high end.

Sukses Telkomsel menggaet 4 juta pelanggan baru, menempatkan operator ini sebagai pemain utama bundling di Industri seluler. Telkomsel diperkirakan menguasai 70 persen pasar bundling di Indonesia.

Sukses Telkomsel disebut Gideon tidak lepas dari kejelian dalam melihat kebutuhan pelanggan Telkomsel, baik untuk segmen low end, mid end maupun high end. Masing-masing segmen memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, demikian pula value yang diharapkan dari program bundling. "Kuncinya adalah bagaimana menghadirkan produk dan layanan dalam produk bundling itu sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen," ujar Gideon

Oleh karena itu, dalam menyiapkan produk bundling, Telkomsel yang kini memiliki 97 juta pelanggan, tidak mau sekadar menitipkan kartu perdana di dalam ponsel, tetapi sekaligus menanamkan aplikasi yang sudah dikustomisasi sesuai kebutuhan pelanggan.

Untuk meningkatkan value added, dalam konsep bundling ini, Telkomsel juga memasukkan aplikasi dalam bentuk launcher, misalnya Love Indonesia untuk produk bundling BlackBerry.
"Ke depannya, kita juga berusaha agar bundling ini tidak hanya sekadar Telkomsel menitipkan kartu kepada penyedia handset tapi bagaimana memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan Telkomsel, terutama layanan baru yang bersifat VAS", jelasnya.
Market Leader

Strategi bundling telah dijalankan oleh Telkomsel sejak tahun 2006 ketika layanan broadband mulai diluncurkan. Hingga saat ini terdapat puluhan produk dan layanan bundling yang telah diluncurkan oleh Telkomsel dan menuai sukses. Gideon memperkirakan, 70 persen pasar produk bundling dikuasai Telkomsel.

Keberhasilan ini tak terlepas dari kepekaan Telkomsel memahami kebutuhan pasar dan tren yang sedang berlangsung di masyarakat. ''Jadi kita melakukan analisa, melihat kebutuhan pasar, mengukur kemampuan ke dalam, sebelum meluncurkan program,'' ungkap Gideon.


Redaktur : taufik rachman
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...