Messenger BlackBerry masih Berfungsi di Arab Saudi

Rabu, 11 Agustus 2010, 08:47 WIB
Messenger BlackBerry masih Berfungsi di Arab Saudi
BlackBerry

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH--"Messenger" BlackBerry masih  berfungsi di Arab Saudi pada Selasa, setelah batas waktu berakhir bagi perusahaan telekomunikasi untuk mencari solusi yang memungkinkan pihak berwenang memantau layanan ini, kata pengguna.  Banyak pengguna di kota pelabuhan barat dan pusat bisnis Jeddah mengatakan layanan ini bekerja tanpa gangguan, namun tidak ada pengumuman resmi pada perjanjian untuk memungkinkan pemantauan pemerintah telah dibuat.

Badan pengawas telekomunikasi Saudi telah menunda sampai Senin sore suspensi yang mulai berlaku pada Jumat, membiarkan waktu untuk yang diusulkan untuk menguji solusi teknis memberikan otoritas akses ke data terenkripsi BlackBerry.  Di antara solusi yang dilaporkan untuk mencegah menghentikan layanan messenger BlackBerry adalah instalasi server lokal yang dapat diakses untuk pemerintah Saudi, bukannya data langsung ke server pembuat smartphone di Kanada.

Komisi Teknologi Komunikasi dan Informasi (CITC) minggu lalu mengumumkan, memerintahkan operator telepon seluler untuk memblokir layanan utama BlackBerry mulai 6 Agustus atau menghadapi denda 1,3 juta dolar.  Dikatakan suspensi itu karena kenyataan bahwa "jalan layanan BlackBerry yang disediakan saat ini tidak memenuhi kriteria peraturan dari komisi dan kondisi lisensi."

Lebih dari 700.000 orang berlangganan BlackBerry di Kerajaan Islam ultra-konservatif dengan sebagian besar dilaporkan membeli perangkat genggam itu untuk digunakan pribadi.  Tapi Arab Saudi, tempat kelahiran pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, telah mengungkapkan kekhawatiran smartphone populer itu dapat membahayakan keamanan.  Ancaman larangan Saudi datang di tengah pengumuman otoritas telekomunikasi di Uni Emirat Arab untuk melarang layanan BlackBerry, messenger, email dan web browsing mulai 11 Oktober karena alasan yang sama.

Redaktur: Krisman Purwoko
Sumber: ant/AFP
Nafi' berkata, "Ibnu Umar apabila sudah dekat memasuki tanah suci, ia menghentikan bacaan talbiyah. Kemudian bermalam di Dzi Thuwa, lalu mengerjakan shalat subuh dan mandi. Ia memberitahukan bahwa Nabi mengerjakan yang demikian itu."(HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...