Pemkot Bogor dan Asosiasi Warnet Teken MoU Blokir Situs Porno

Rabu, 11 Agustus 2010, 06:28 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR--Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bogor dengan pihak Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) menandatangani nota kesepahaman pemblokiran situs porno, Selasa (10/8).

Kepala Dishubkominfo Achmad Syarif menegaskan, pemblokiran situs porno dilakukan menyusul intruksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dan kebijakan Pemerintah Pusat mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). “Ini juga merupakan salah satu realisasi kebijakan Pemerintah Kota Bogor yang akan mencanangkan Bogor Kota Halal 2011, “ kata Achmad Syarif.

Pemblokiran dilakukan dengan menggunakan layanan DNS Nawala. Yaitu sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet untuk menyaring konten negatif. Secara spesifik, jelas Syarif, DNS Nawala akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia, seperti pornografi dan perjudian. “DNS Nawala juga akan memblokir situs internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya,” ujar dia

Oleh karena itu, lanjut Syarif, pihaknya meminta kesadaran para pemilik warnet di Kota Bogor untuk mensetting warnetnya dengan Nawala sehingga situs-situs porno dan situs-situs negatif lainnya tidak bisa diakses oleh para pengguna internet, “Kita akan wajibkan seluruh pemilik warnet di Kota Bogor untuk melakukan hal itu,”tutur dia.

Achmad Syarif mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap warnet-warnet yang ada di Kota Bogor. ”Ada sekitar 250 warnet tersebar di seluruh Kota Bogor, “ kata Achmad.

Untuk pemilik warnet yang membandel, Achmad Syarif mengatakan, akan dihukum sesuai Undang-Undang Telekomunikasi Umum, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Pornografi. Karena belum ada perda terkait situs porno.

Sedangkan terhadap pengguna internet pribadi, Syarif mengatakan, pihaknya juga akan meminta pihak provider untuk bisa menyaring situs porno dan situs negatif lainnya sehingga pengguna internet tidak mengaksesnya. “Sebetulnya tergantung dari kesadaran masyarakat khususnya pengguna internet untuk tidak mengakses situs porno,“ kata dia.

Sementara itu Ketua Umum AWARI, M. Irwin Day, mengatakan, kebijakan Dishubkominfo Kota Bogor memblokade situs porno dan situs negatif lainnya merupakan yang pertama di Indonesia. “Kalau ini bisa dilaksanakan dan bisa dipatuhi oleh pengusaha warnet, maka Bogor merupakan Kota pertama di Indonesia, “ kata Irwin.

Ia berharap dengan layanan DNS Nawala, internet menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk mempercepat kemajuan dan kesejahteraan. “Sebetulnya, layanan DNS Nawala bulan memblokir, tapi memfilter agar situs porno dan situs negatif lainnya tidak bisa diakses,“ ujar dia. Irwin mengatakan saat ini ada sekitar 1 Juta situs negatif. “Makanya, perlu kesadaran pemilik warnet mau atau tidak memfilternya, “ kata Irwin.

Redaktur: taufik rachman
Reporter: C31
Aisyah Ummul Mukminin r.a. berkata, "Wahai Rasulullah, kami melihat bahwa jihad (berperang) itu seutama-utama amal, apakah kami tidak perlu berjihad?" Nabi saw. bersabda, 'Tidak, bagi kalian jihad yang paling utama adalah haji mabrur." (HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...