Telkomsel Rilis Flash Generasi Baru
Kamis, 05 November 2009 06:50 WIB
JAKARTA--Telkomsel secara resmi telah mendapatkan tambahan frekuensi 5 Mhz pada pita 2.1 GHz. Penambahan frekuensi tadi tertuang dalam Keputusan Menkominfo No 268/KEP/M.Kominfo/9/2009, tertanggal 1 September 2009.
Dengan tambahan frekuensi tadi, Telkomsel kini memiliki 10 Mhz frekuensi pada pita 2.1 Ghz atau dikenal dengan sebutan frekuensi 3G. Dengan bertambahnya frekuensi, Telkomsel melakukan penambahan kapasitas jaringan yang dimiliki.
Lebih dari sekadar menambah kapasitas, Telkomsel juga melakukan evolusi dengan melanjutkan roadmap ke teknologi HSPA dan HSPA+. Dengan layanan baru, pelanggan bisa menikmati kecepatan akses hingga 21 Mbps.
Layanan terbaru memang memanfaatkan frekuensi tambahan. Telkomsel sendiri memutuskan 5 Mhz frekuensi baru dialokasikan untuk mendukung layanan berbasis HSPA+
Layanan baru diberi nama Next Generation Flash. Peluncuran layanan dilakukan Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno dan Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Rabu sore. ''Peluncuran layanan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan mobile broadband yang lebih berkualitas,'' kata Sarwoto.
Sarwoto menambahkan bahwa layanan HSPA+ untuk sementara dikembangkan di Jakarta. ''Tahun 2010 diharapkan sudah menjangkau 24 kota,'' ujarnya.
Pada tahap awal layanan baru bisa dinikmati secara optimal oleh pelanggan kartu pascabayar Halo. Namun demikian pelanggan KartuAs dan Simpati juga bisa menikmati layanan ini, namun kecepatannya tidak setinggi apabila menggunakan KartuHalo. Untuk layanan ini Telkomsel mengutip tarif Rp 5/kb.
Sekalipun secara teknis HSPA+ mampu mendeliver data hingga 21 Mbps, Sarwoto mengungkapkan bisa saja pelanggan menikmati kecepatan kurang dari 21 Mbps. ''Kendalanya ada di perangkat. Perangkat yang ada umumnya memiliki kemampuan 14 Mbps,'' ujarnya.
VP Radio Acces Network Telkomsel, Venusiana Papasi menjelaskan, setelah Jakarta layanan HSPA+ akan diperluas secara bertahap. ''Pada November tahun ini diharapkan sudah menjangkau lima kota dan akhir tahun 2009 diharapkan sudah menjangkau 10 kota,'' kata Venusiana.
Sisanya, 14 kota lain diharapkan bisa direalisasikan tahun 2010. Untuk layanan di masing-masing kota, masih difokuskan di inner city atau dalam kota. Untuk pengembangan mobile broadband, Telkomsel mengalokasikan dana hingga 10 persen dari seluru capital expenditure yang diperkirakan mencapai Rp 13 triliun. tar
Dengan tambahan frekuensi tadi, Telkomsel kini memiliki 10 Mhz frekuensi pada pita 2.1 Ghz atau dikenal dengan sebutan frekuensi 3G. Dengan bertambahnya frekuensi, Telkomsel melakukan penambahan kapasitas jaringan yang dimiliki.
Lebih dari sekadar menambah kapasitas, Telkomsel juga melakukan evolusi dengan melanjutkan roadmap ke teknologi HSPA dan HSPA+. Dengan layanan baru, pelanggan bisa menikmati kecepatan akses hingga 21 Mbps.
Layanan terbaru memang memanfaatkan frekuensi tambahan. Telkomsel sendiri memutuskan 5 Mhz frekuensi baru dialokasikan untuk mendukung layanan berbasis HSPA+
Layanan baru diberi nama Next Generation Flash. Peluncuran layanan dilakukan Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno dan Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Rabu sore. ''Peluncuran layanan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan mobile broadband yang lebih berkualitas,'' kata Sarwoto.
Sarwoto menambahkan bahwa layanan HSPA+ untuk sementara dikembangkan di Jakarta. ''Tahun 2010 diharapkan sudah menjangkau 24 kota,'' ujarnya.
Pada tahap awal layanan baru bisa dinikmati secara optimal oleh pelanggan kartu pascabayar Halo. Namun demikian pelanggan KartuAs dan Simpati juga bisa menikmati layanan ini, namun kecepatannya tidak setinggi apabila menggunakan KartuHalo. Untuk layanan ini Telkomsel mengutip tarif Rp 5/kb.
Sekalipun secara teknis HSPA+ mampu mendeliver data hingga 21 Mbps, Sarwoto mengungkapkan bisa saja pelanggan menikmati kecepatan kurang dari 21 Mbps. ''Kendalanya ada di perangkat. Perangkat yang ada umumnya memiliki kemampuan 14 Mbps,'' ujarnya.
VP Radio Acces Network Telkomsel, Venusiana Papasi menjelaskan, setelah Jakarta layanan HSPA+ akan diperluas secara bertahap. ''Pada November tahun ini diharapkan sudah menjangkau lima kota dan akhir tahun 2009 diharapkan sudah menjangkau 10 kota,'' kata Venusiana.
Sisanya, 14 kota lain diharapkan bisa direalisasikan tahun 2010. Untuk layanan di masing-masing kota, masih difokuskan di inner city atau dalam kota. Untuk pengembangan mobile broadband, Telkomsel mengalokasikan dana hingga 10 persen dari seluru capital expenditure yang diperkirakan mencapai Rp 13 triliun. tar
82 reads
Isi Komentar




