Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Melacak Nenek Moyang HIV (4-habis)

Selasa, 12 Maret 2013, 07:46 WIB
Komentar : 0
en.wikipedia.org
Scanning electron micrograph of HIV-1 (in green) budding from cultured lymphocyte. Multiple round bumps on cell surface represent sites of assembly and budding of virions. (illustration)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Teguh Setiawan/Wartawan Senior Harian Republika

Sejak 1999, banyak pakar telah mengidentifikasi nenek moyang HIV-1 adalah virus SIVcpz yang ditularkan simpanse ke manusia. Tapi, simpanse bukan pemilik asli virus itu. Para pakar juga kesulitan menemukan primata pemilik asli virus itu.

Terlebih, SIVs juga dibawa oleh hampir semua spesies monyet di Afrika. Simpanse hanya salah satunya dan diketahui terinfeksi secara alami.

Sejumlah pakar berkeyakinan, infeksi virus SIV pada simpanse relatif baru. Sedangkan, monyet lain jauh lebih lama mengalami penularan virus mematikan ini.

Studi ini memperlihatkan strain SIVcpz muncul kali pertama di tubuh simpanse melalui penularan ulang dan rekombinasi SIVs dari monyet kepala merah mangabey dan monyet hidung besar. Untuk memenuhi kebutuhan protein, simpanse menjadikan kedua primata itu sebagai buruan.

Di belahan barat dan tengah Afrika, pemburu sering menemukan simpanse melahap bangkai monyet kepala merah mangabey dan monyet hidung besar. Seekor simpanse berulang kali memangsa kedua primata keluarganya itu.

Suku-suku pedalaman Afrika menjadikan simpanse sebagai sumber protein. Mereka membantai monyet cerdas itu dan memakan dagingnya. Konsumsi daging monyet yang berulang-ulang menyebabkan tubuh manusia terus menerus tertular virus.

Tubuh manusia tidak hanya memperoleh satu, tapi dua virus yang berbeda akibat silang transmisi antarspesies.

Frederic Bibollet-Ruche, seorang peneliti Prancis, yakin penularan SIV dari simpanse ke manusia terjadi sebelum 1930. Dia juga yakin, monyet dan simpanse membawa strain SIV yang berbeda yang bisa masuk ke tubuh manusia dan menciptakan epidemi baru di muka bumi. "Spesies primata memperoleh virus dalam kondisi alamiah," ujar Bibolet-Ruche.

Penelitian sebelumnya mengungkapkan, SIV tidak menimbulkan penyakit pada simpanse dan monyet. Artinya, kedua primata itu tidak mengenal AIDS. Pun, tidak ada bukti monyet-monyet di Afrika mati akibat kehilangan sistem kekebalan tubuh.

Redaktur : Heri Ruslan
2.625 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Melacak Nenek Moyang HIV (3)

Melacak Nenek Moyang HIV (2)