Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pangkalan AL Australia Gunakan Listrik Gelombang Air Laut

Monday, 16 July 2012, 20:49 WIB
Komentar : 1
HMAS Stirling
HMAS Stirling

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pangkalan terbesar Angkatan Laut Australia (HMAS) Stirling akan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga gelombang air laut milik perusahaan Carnegie Wave Energy dari Negeri Kanguru itu.

Carnegie Wave Energy pada Senin mengumumkan, telah menandatangani kesepakatan untuk menjadi pemasok tenaga dan jaringan listrik bagi pangkalan kapal selam di Green Island, Australia Barat, dengan Kementerian Pertahanan Australia.

Dalam kesepakatan yang diumumkan oleh Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, di fasilitas penelitian energi gelombang Carneige di Fremantle, Australia Barat, pangkalan HMAS Stirling akan membeli energi yang dihasilkan oleh proyek energi gelombang Carniege (CETO).

"CETO adalah teknologi yang harus kita dukung terus," kata Chief Executive Officer Carnegie, Michael Ottaviano, dalam jumpa pers, Senin. Ottaviano mengatakan, proyek itu akan berkontribusi terhadap target pengurangan efek gas rumah kaca yang dicanangkan pemerintah Australia.

Julia Gillard mengatakan, senang pemerintah bisa mendukung perkembangan teknologi masa depan tersebut.

Kesepakatan itu, menurut dia, berarti HMAS Stirling tidak akan menghasilkan 2,6 juta kilogram polusi karbon selama lima tahun.

Pihak pengembang energi gelombang mengatakan, Carnegie telah bekerja dengan Kementerian Pertahanan Australia sejak penandatanganan nota kesepahaman pada Desember 2008.

Menurut Carnegie, perusahaan tersebut sekarang memusatkan perhatian dalam kemajuan desain detail dari proyek itu dengan konstruksinya serta menargetkan tenaga pertama untuk jaringan listrik akan dialirkan pada akhir 2013.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
AS dan Dunia Islam Jalin Kerja Sama Lewat Keberagaman
JAKARTA -- Menjalin sebuah kerjasama dengan dunia islam menjadi tugas penting Shaarik H Zhafar sebagai utusan khusus Menteri luar negeri Amerika Serikat untuk...