Selasa, 17 Zulqaidah 1436 / 01 September 2015
find us on : 
  Login |  Register

Gawat, 4700 Asteroid Mengancam Bumi

Sabtu, 19 Mei 2012, 13:07 WIB
Komentar : 0
AP Photo
Asteroid (ilustrasi)
Asteroid (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA --- Survey terbaru NASA menyatakan kemungkinan planet Bumi telah ditembaki sejumlah sekitar 4.700 asteroid yang menimbulkan potensi bahaya. Selain itu, terdapat pula 1.500 bebatuan ruang angkasa yang besarnya lebih dari 330 kaki 200 meter) dan orbitnya cukup dekat dengan Bumi.

Para ilmuwan khawatir bebatuan ini akan menabrak Bumi dan menimbulkan kerusakan di planet ini. "Akan ada kerusakan pada skala regional atau global jika tabrakan terjadi," kata juru bicara NASA seperti yang dikutip Space.com, Jumat (18/5).

Asteroid yang berbahaya atau yang biasa disebut Odha itu adalah ruang batu di dalam orbit berjarak 5 juta mil (8 juta kilometer) dari Bumi. Bentuknya juga cukup besar. Saat ini baru 30% dari keseluruhan bebatuan yang sudah jelas terdeteksi radar NASA. Pengamatan ini berdasarkan pengamatan teleskop ruang inframerah oleh  Wide-Bidang Survey NASA Explorer Inframerah (WISE).

Reporter : Meiliani Fauziah
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Presiden Myanmar Setujui UU yang Dinilai Anti-Muslim
NAYPYIDAW — Presiden Myanmar, Senin (31/8), menyetujui empat rancangan undang-undang yang dianggap kontroversial yang diusung oleh umat Buddha radikal, tapi dikecam oleh kelompok-kelompok...