Hebat, Ditemukan Pengawet dari Daging Sapi Lokal

Thursday, 09 February 2012, 01:00 WIB
123rf.com
Hebat, Ditemukan Pengawet dari Daging Sapi Lokal
Daging sapi siap diolah

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 8/2 (ANTARA) - Peneliti asal Indonesia menemukan bakteri yang berasal dari daging sapi lokal mampu mengawetkan olahan daging. Demikian laporan penelitian saat Seminar ITSF tentang Pengetahuan Alam dan Teknologi di Balai Kartini, Jakarta pada Rabu (8/2).

"Bakteriosin yang diproduksi oleh bakteri asam laktat efektif menjadi pengawet makanan alami, namun hal itu terbatas karena sifat antimikrobanya hanya aktif dalam kondisi asam. Kami menemukan plantaricin sebagai salah satu jenis bakteriosin yang diproduksi 'Lactobacillus plantarum' dari daging sapi lokal," kata peneliti Irma Isnafia Arief seusai seminar.

"Ada penerbit di Jerman yang ingin siarkan penemuan saya dengan hanya mengirim laporan penelitian ini kemudian dibayar dengan sistem royalti," kata Irma menambahkan jika telah diterbitkan dan dikenal masyarakat dunia maka akan menaikkan nama Indonesia.

Untuk penelitian lanjutan, Irma memperkirakan dalam waktu satu tahun dia bisa mendapatkan "Lactobacillus" yang benar-benar murni.

"Kami perkirakan kalau ada dananya kami bisa selesaikan dalam jangka waktu satu tahun dan akan bisa daftar paten," harap Irma yang menambahkan Universitas Osaka di Jepang telah mengajak kerja sama pelanjutan penelitian tersebut.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Sumber: Antara
Urwah berkata, "Usamah ditanya dan pada waktu itu aku duduk di dekatnya, 'Bagaimana yang dilakukan Rasulullah pada haji wada' ketika beliau berangkat dari Arafah?' Ia menjawab, 'Beliau berjalan sedang (antara cepat dan lambat). Apabila beliau mendapatkan lembah, maka beliau bersegera."(HR Bukhari)
supratman, Thursday, 9 February 2012, 13:17

pasti di patenin oleh negara luar deh...... Indonesia gitoee lo

Balas
Eddy Hartono, Thursday, 9 February 2012, 12:25

Pejabat gerak kalau ada duit yang masuk. Kalau duit keluar mah ogah.

Tapi kalau dengan mengeluarkan duit bisa balik sekian persen, baru jalan.

Balas
hanif, Thursday, 9 February 2012, 09:04

mungkin kah pemerintah bersikap seperti biasa...zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Balas
tono banget, Thursday, 9 February 2012, 02:38

Subhanallohh...pemerintah harus tanggap dgn peluang ini.....Indonesia bisa maju dgn penemuan2 seperti ini...

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...