Senin, 30 Safar 1436 / 22 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gamma Knife, Pengobatan Kanker Otak Bebas Operasi

Selasa, 13 Desember 2011, 10:21 WIB
Komentar : 0
Tumor otak
Tumor otak

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWACI -- Inovasi baru dalam upaya penyembuhan pasien kanker atau tumor otak dilakukan oleh RS Siloam Karawaci, Tangerang. Spesialis Bedah Saraf RS Siloam Karawaci, Eka J. Wahjoepramono, mengatakan pihak RS telah membeli alat yang disebut Gamma Knife. Alat tersebut dibeli dari Swedia senilai enam juta dolar AS.

"Alat itu mampu menghancurkan sel-sel yang sakit dan menjaga sel-sel lainnya yang masih sehat bagi penderita tumor atau kanker otak tanpa harus melalui bedah tulang tengkorak," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) ini, Senin (12/12).

Saat ini pihaknya masih melakukan pengurusan perijinan alat yang akan digunakan pada 2012 itu. Ia menambahkan, penderita tumor atau kanker otak tak perlu lagi berobat ke luar negeri. Peralatan tersebut merupakan alat tipe terbaru, yaitu Gamma Knife Perfection. Tipe tersebut hanya ada di RS Siloam Karawaci.

Pengobatan tumor atau penyakit otak lainnya dengan Gamma Knife jauh lebih aman dan murah dibandingkan operasi. Pada operasi otak, selain memerlukan pembiusan, juga harus membuka tulang tengkorak.

Spesialis Bedah Saraf RS Siloam Karawaci, Lutfi Hendriansyah, memberi gambaran, pada operasi otak, pasien harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 50 - Rp 70 juta. Itu belum termasuk biaya rawat inap di ruang ICU yang mencapai Rp 10 juta per hari. Paling tidak pasien harus dirawat selama satu hingga dua pekan.

Sedangkan dengan Gamma Knife, pasien cukup mengeluarkan biaya sekitar 10 - 12 ribu dolar AS. Pasien juga bisa langsung pulang tanpa harus rawat inap.

Selain dikhususkan untuk penderita penyakit otak, para dokter bedah saraf di RS tersebut akan mengembangkan metode pengobatan epilepsi dan parkinson dengan Gamma Knife. Menurut Lutfi, saat ini sedang dalam tahap ujicoba.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Johar Arif
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
DPD RI Dukung KPK Hadir di Daerah
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana melakukan ekspansi ke daerah. Akan hal itu, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyetujui rencana...