Duh.. Ratusan Batu Bulan milik NASA Hilang Dipinjam Peneliti

Jumat, 09 Desember 2011, 08:00 WIB
.
Duh.. Ratusan Batu Bulan milik NASA Hilang Dipinjam Peneliti
Antariksa. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Para peneliti diduga memiliki kecenderungan untuk mencuri ketika sampai pada masalah meteorit dan batu Bulan di NASA. Ratusan contoh telah hilang setelah dipinjamkan oleh badan antariksa AS tersebut. Demikian hasil audit pada Kamis (8/12).

Inspektur Jenderal NASA Paul Martin mengeluarkan satu laporan yang merinci kelemahan seperti pinjaman badan antariksa AS tersebut kepada para peneliti yang tak pernah menggunakan sampel tersebut. NASA juga kehilangan jejak potongan langka yang berasal dari perjalanan pertama AS ke Bulan pada 1969.

"Menurut catatan NASA, 517 benda astronomi yang dipinjamkan telah hilang atau dicuri antara 1970 dan Juni 2010," demikian isi laporan tersebut.

Benda astronomi meliputi tanah dan batu dari Bulan; meteorit dari asteroid, Mars dan Bulan; ion dari lapisan luar Matahari; debu dari komet dan ruang antar-bintang; dan debu kosmik dari stratosfir Bumi. Semua sampel ini merupakan sumber daya langka yang memiliki peran penting bagi penelitian.

"Secara khusus, kami mendapati catatan NASA tidak akurat. Para peneliti tersebut tak bisa bertanggung-jawab atas semua sampel yang dipinjamkan kepada mereka dan menyimpan contoh sampai lama tanpa melakukan penelitian atau mengembalikannya kepada NASA," katanya.

Hingga Maret, ada lebih dari 26.000 sampel yang dipinjam dari NASA. Pinjaman tersebut dari koleksi yang berjumlah 140.000 sampel Bulan, 18.000 sampel meteorit dan 5.000 sampel debu kosmik, komet, dan angin Matahari. NASA telah mengakui kehilangan barang semacam itu pada masa lalu. Seorang peneliti menghilangkan 18 sampel Matahari pada 2010.

Pada tahun 2002, sebanyak 218 sampel dari Bulan dan meteorit dicuri dari Johnson Space Center di Houston. Tapi, belakangan sampel tersebut dikembalikan.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara/AFP
Aku pernah memberi minyak wangi ke tubuh Rasulullah saw. saat beliau hendak berihram dan juga ketika hendak bertahallul sebelum beliau tawaf di Baitullah. (HR Muslim)
elang, Jumat, 30 Desember 2011, 17:33

jangan ribut dong, kalian uda tertipu muslihat uni soviet untuk menjatuhkan usa dgn mngatakan bahwa pendaratan itu hoax. saya juga mau beli batuan bulan lho

Balas
arie, Selasa, 13 Desember 2011, 13:16

amerika itu pembohong besar, belum pernah mendarat di bulan, bilang nya udah pernah mendarat di bulan.

Balas
Yonef, Jumat, 9 Desember 2011, 15:55

Memang tidak salah lagi orang2 Amerika itu betul2 perusak alam baik diluar angkasa maupun di permukaan bumi (pengahasut, membuat senjata untuk memusuhi orang/negara yang tidak sependapat dengannya/AS)

Balas
Aden Bageur, Jumat, 9 Desember 2011, 09:31

Apakah ini bukan bagian dari usaha sistematis NASA untuk "menghilangkan bukti", karena mereka memang belum pernah mendarat di bulan?. Maaf, saya jadi berprasangka buruk karena USA terlalu sering berdusta kepada dunia .......

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...