Temuan NASA:Dua Matahari Terbenam Bersama di Planet Kepler 16 B

Friday, 16 September 2011, 08:17 WIB
AP/NASA
Temuan NASA:Dua Matahari Terbenam Bersama di Planet Kepler 16 B
Dua matahari terbenam bersama di planet Kepler-16b.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dua matahari terbenam bersama setiap kali malam tiba di planet Kepler-16b, kata para ilmuwan di jurnal Sains, Kamis.

Peristiwa mirip fiksi ilmiah itu terpantau  peneliti yang melakukan pengamtan  dari pesawat antariksa Kepler NASA. Peneliti itu  mendeteksi sebuah planet yang mengorbit dua bintang --  ini untuk pertama kali fenomena semacam itu dipastikan keberadaannya.

"Ini sungguh-sungguh pengukuran menakjubkan oleh Kepler," kata Alan Boss dari Lembaga Sains Carnegie, penyusun bersama laporan penelitian itu. "Hal yang betul-betul menarik adalah ada sebuah planet  mengorbit dua bintang," katanya.

Bintang-bintang berpasangan -- yaitu dua matahari yang saling memutar -- sudah diketahui dan selama ini para astronom menduga ada planet yang mengitari mereka. Observasi Kepler itu merupakan konfirmasi pertama bagi kenyataan tersebut.

Gravitasi dua bintang, bahkan untuk bintang-bintang relatif kecil seperti di pusat sistem perbintangan ini, sangat berbeda dari gravitasi satu bintang, kata Boss melalui telefon.

Misi Kepler adalah menyelidiki wilayah kita di galaksi Bima Sakti mengenai keberadaan planet-planet di "zona bisa dihuni" yang tidak terlalu dekat atau jauh dari bintang-bintang yang mereka orbit.

Pesawat antariksa tersebut melakukan hal itu dengan menemukan bintang-bintang dengan cahaya meredup secara berkala, yang berarti ada benda angkasa yang mengorbit -- sebuah planet -- yang bergerak antara bintang itu dan instrumen Kepler. Ini dikenal sebagai sebuah transit planet.

Yang mengejutkan adalah bintang-bintang itu saling memudarkan satu sama lain ketika bintang yang satu menghalangi yang lain. Gerhana ketiga menunjukkan bahwa sebuah planet menjadi bagian dari sistem tersebut.

Karena kedua mataharinya lebih kecil dan lebih dingin daripada matahari kita, planet Kepler-16b sangat dingin, dengan suhu permukaan sekitar minus 73 hingga minus 101 derajat Celsius, kata Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian dalam sebuah pernyataan. Josh Carter dari lembaga itu adalah penyusun bersama penelitian tersebut.

Kepler-16b adalah sebuah planet gas besar dingin dengan ukuran serta massa yang sama dengan planet Yupiter, yang mengorbit kedua mataharinya setiap 229 hari pada jarak 104,6 juta kilometer. Jarak itu kira-kira sama dengan orbit Venus. Bumi mengorbit matahari setiap 365 hari pada jarak sekitar 149,7 juta kilometer.

Planet yang baru terdeteksi ini berjarak 200 tahun cahaya dari Bumi dan diperkirakan tidak ada bentuk kehidupan di sana. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu setahun, sekitar 10 trilyun kilometer.

Redaktur: taufik rachman
Sumber: antara
Dari Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu bahwa ia menjadikan Baitullah sebelah kirinya dan Mina sebelah kanannya dan melempar Jumrah dengan tujuh batu. Ia berkata: Di sinilah tempat diturunkannya surat al-Baqarah kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Muttafaq Alaihi. (HR Muslim)
asep, Sunday, 5 February 2012, 10:24

jd pengen tau gmn crny NASA melakukan penelitian. Lngsng mnuju planet yg d teliti ato gmn y?
Klo lngsng brrti awak NASA udah beratus2 thn dong umurnya!
:D
Coz ktny g da yg mlbihi kecepatan cahaya..

Balas
Fuji Mhizellynata, Sunday, 6 November 2011, 19:29

pengen jadi anggota dari NASA

Balas
febriregar, Monday, 19 September 2011, 19:10

bagussss tuh cari terus deh mengenai hal baru di dunianya soalnya saya sangat senang sama yang namanya astronomi dan penasaraaaaan banget pingin tau

Balas
bagoes wahyu, Friday, 16 September 2011, 18:51

ehm. . . ? banyakin informasi dund yang bikin penasaran

Balas
Lusi Antari, Friday, 16 September 2011, 08:37

Masya Alloh... semesta raya.. ini baru yang terkuak Allohu Akbar!!

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...