Sunday, 20 March 2011, 00:34 WIB

'Supermoon' Malam Ini, Apa yang Membuatnya Begitu Super?

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Bharat Cronicle
Supermoon. Ilustrasi
Supermoon. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Fenomena bulan purnama dengan jarak terdekat dari bumi, dikenal dengan istilah supermoon, akan terjadi malam ini. Purnama hari ini hampir bertepatan dengan kedatangan bulan di titik perige di lintasan orbit mengitari bumi, menghasilkan Purnama terbesar dan bisa jadi terindah di langit kita sejak Maret 1993 silam.

Pada Sabtu malam, bulan akan tiba di perige pada 19:09 UT (sekitar pukul 3.00 WIB). Jarak dari bulan ke bumi saat itu adalah 356.574,303 kilometer, hanya mendekat 9 kilometer. Jadi supermoon kali ini mungkin kurang begitu super ketimbang purnama pada Desember 2008.

Terlepas dari angka-angka itu, astronom dari United States Naval Observatory, Geoff Chster, mengatakan bulan purnama kali ini masih memenangkan kontes kedekatan dalam fase purnama. Bagaimana penjelasnnya.

Menurut Chester, pada 12 Desember 2008, bulan mencapai purnama pada pukul 16:37 UT, sementara perige (titik terdekat bulan ke bumi dalam lintasan orbit) terjadi pada pukul 21:39. Masih berjarak lima jam dari titik terdekat bumi. Jadi ketika mencapai purnama, jarak bulan ke bumi sepanjang 356.609,709 kilometer.

Kontras dengan purnama kali ini, terjadi pada pukul 18:10 UT, sementara bulan mencapai perige pada 19:09. Perbedaan kurang dari satu jam. Sehingga malam ini, ketika purnama, jarak bulan ke bumi adalah 356.575, 913 kilometer

Namun, sayang Amerika Utara tak mungkin menyaksikan fenomena ini. Perlu diketahui, ketika bulan mencapai purnama, ia tak terlihat di kawasan itu. Pasalnya purnama terjadi saat siang, ketika bulan berada di bawah cakrawala.

Begitu pula di Wilayah Timur. Siapapun yang mendongakkan kepala ke langit malam ini, mungkin akan melihat bulan terlihat penuh, namun ketika keping bulang benar-benar 100 persen teriluminasi telah lewat berjam-jam lalu.

Meski sulit dilihat dan dibedakan oleh sebagian besar mata, purnama yang akan disaksikan mulai mengalami pengurangan iluminasi. Tingkat kecerlangan purnama yang bisa dilihat sekitar 99,8 persen saja.





loading...