Dana Penelitian Minim, Banyak Peneliti Pilih ke Luar Negeri

Kamis, 13 Mei 2010, 18:33 WIB
faperta.ugm.ac.id
Dana Penelitian Minim, Banyak Peneliti Pilih ke Luar Negeri
Laboratorium sangat dibutuhkan para peneliti di Indonesia.
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR-- Ketua Perencanaan Monitoring dan Evaluasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Rosichon Ubaidillah mengungkapkan, dana penelitian di lembaganya sangat minim.
Kondisi ini sudah berlangsung sejak 1998.

"Dana penelitian di LIPI sangat minim, dari Rp 490 miliar yang diberikan pemerintah tiap tahun, hanya 30 persen untuk penelitian, sisanya digunakan untuk biaya rutin seperti gaji dan perawatan," ujar Rosichon di Pusat Penelitian (Puslit) Biologi LIPI, komplek Cibinong Science Center (CSC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/5).

Sebelumnya, alokasi dana yang diberikan diperuntukkan bagi gaji hanya 30 persen dan 70 persen untuk penelitian. "Kini kondisi ini sudah berbalik, anggaran lebih banyak terserap untuk bayar gaji dan perawatan sisanya untuk penelitian. Nilai ini tidak cukup untuk sebuah penelitian," keluhnya.

Menurut Rosichon, minimnya anggaran penelitian ini berdampak tidak baik bagi dunia penelitian di Indonesia. Ia menyebutkan, minimnya dana penelitian akan menurunkan kualitas-kualitas penelitian. "Karena biaya penelitian semakin tinggi, sementara dana yang diberikan sangat minim. Sehingga target output-ouput yang kita sasar tidak tercapai maksimal," ungkapnya.

Rosichin mengatakan, kondisi tersebut mengkhawatirkan, karena Indonesia akan kalah dari negara tetangga. "Indonesia tidak hanya akan kalah dengan Malaysia atau Singapura tapi dengan Vietnam, negara Indonesia akan jauh tertinggal," ujarnya.

Bagi para peneliti, kata Rosichin, kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Apalagi, lanjut dia, sebagai negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati, perhatian pemerintah pada dunia penelitian keanekaragaman hayati sangat minim.

Banyak yang pilih meneliti di luar negeri

Namun, para peneliti tidak putus asa, dengan dana seadanya peneliti tetap melaksanakan tugasnya sesuai dengan anggaran yang diberikan. Rosichon mengatakan, minimnya perhatian ini pulalah yang menyebabkan banyak para peneliti Indonesia yang memiliki kompetensi tinggi lebih memilih bertahan tinggal diluar negeri.

Para peneliti merasa lebih enak tinggal di luar negeri karena kesejahteraannya terjamin dengan besarnya penghasilan yang diperoleh. Ia menyebutkan ada beberapa peneliti dari LIPI yang memilih tinggal di luar negeri karena alasan kesejahteraan yang belum terjamin di negeri sendiri.

Rosichon berharap, pemerintah memberikan porsi yang pas untuk penguatam sumber daya manusia sarana dan prasarana penelitian dan kesejahteraan. Ia menambahkan, perhatian tidak harus dengan menaikkan gaji saja, perhatian dapat diberikan dengan menyediakan fasilitas laboratorium dan fasilitas penelitian lainnya.

"Peneliti sifatnya kesenangan, karena sudah melekat di hidupnya, berada di laboratorium dilengkapi dengan peralatan sudah membuat kami nyaman bekerja. Itu saja sudah cukup, tapi ini belum ada," kata Rosichin

Rosichon mencontohkan, Gedung Herbarium Bogoriense saja merupakan pemberian pemerintah Jepang, berikut dengan asetnya. Sementara bantuan pemerintah Indonesia untuk gedung tersebut hanya untuk fasilitas pelengkap. ''
Dari sudut pandang ini terlihat bahwa pemerintah masih minim memberikan perhatian untuk kemajuan negerinya sendiri,'' tegasnya.

Redaktur: Endro Yuwanto
Sumber: Antara
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. :Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "Seandainya salah seorang dari kalian bangun dari tidur dan berwudhu, ia harus mencuci hidungnya dengan memasukkan air ke dalam lubang hidungnya tiga kali. Karena setan tinggal di bagian dalam lubang hidungnya sepanjang malam". (HR Bukhari)
Transformer, Senin, 5 Juli 2010, 03:30

Bagi saya, dana penelitian di Indonesia memang relatif sedikit, yang banyak aturan-aturan yang tak masuk akal. Contohnya, dari apa yang saya dengar langsung dari pihak yang berkompeten, dana penelitian dari Dikti hanya boleh beli consumable dan ga boleh beli alat walaupun cukup. Gimana penelitian di Universitas-univers

Balas
Gilar Budiraharja, Kamis, 13 Mei 2010, 23:49

Saya adalah salah satu peneliti di lembaga pemerintah, saya juga peneliti yg berkesempatan studi ke luar negeri. Menurut saya, dana penelitian kita cukup besar namun mental par penelitinya lah yang kecil, karena selalu melihat ke atas ke negara2 yang sudah mapan. coba lihat rakyat kita yang masih sudah dan miskin!!!

Balas
asnawi, Kamis, 13 Mei 2010, 23:49

Banyak jg peneliti yg kesulitan meningkatkan taraf keilmuan, seharusnya lembaga riset bekerja sama dengan perguran tinggi (bukan sebaliknya), sehingga alat dan data di lembaga riset dapat digunakan utk penelitian bersama, menghasilkan produk bersama, produk bisa beruapa journal internasional, rancang bangun dll. Kenya

Balas
mantanpenelitiLIPI, Kamis, 13 Mei 2010, 23:48

Bukan saja dana penelitian yang minim tapi LIPI terlalu birokratis ..seperti PNS kebanyakan dan LIPI juga diskriminasi terhadap golongan tertentu dalam berkarir dan kesempatan dalam maju ....artikan saja sendiri maksudnya

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...