Saturday, 8 Jumadil Akhir 1439 / 24 February 2018

Saturday, 8 Jumadil Akhir 1439 / 24 February 2018

Ilmuwan Temukan Biduk Catur dari Abad Ke 13

Jumat 02 February 2018 13:35 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Potongan biduk catur yang diyakini berasal dari abad ke 13.

Potongan biduk catur yang diyakini berasal dari abad ke 13.

Foto: NIKU vial Live science
Melihat bentuknya, temuan biduk ini tampak seperti Kuda, atau Ksatria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilmuwan menemukan biduk catur berusia 800 tahun di Norwegia. Arkeolog menemukan potongan biduk catur yang indah di sebuah rumah di Tonsberg. Biduk catur ini diyakini berasal dari abad ke 13.

Rumah tempat ditemukan potongan catur ini terletak di dekat sebuah istana abad pertengahan di sebuah tempat yang disebut gerbang Anders Madsens, di Tonsberg. Penggalian di area gerbang ini dimulai pada musim gugur 2017. Berbagai macam artefak, termasuk sisir, keramik dan tanduk, ditemukan selama penggalian.

Dilansir dari Live Science, tim arkeolog dari Norwegian Institute for Cultural Heritage Research (NIKU) menemukan potongan biduk permainan kuno yang disebut shatranj (sekarang disebut catur) ini sebelum Natal tahun lalu. Potongan biduk catur ini dihiasi dengan lingkaran di bagian bawah, beberapa lingkaran bertitik di bagian sisi dan bagian atas. Biduk ini memiliki moncong yang menonjol di atas dan memiliki dua lingkaran bertitik.

photo

Rumah tempat ditemukan potongan catur ini terletak di dekat sebuah istana abad pertengahan di sebuah tempat yang disebut gerbang Anders Madsens, di Tonsberg.

"Dengan melihat bentuk kuno catur shatranj, potongan yang ditemukan ini tampak seperti Kuda. Dalam permainan catur saat ini dikenal sebagai Ksatria," kata tim arkeolog.

Lars Haugesten, manajer proyek tersebut mengatakan Ksatria yang ditemukan ini serupa dengan desain potongan catur yang terlihat di Arab. Dalam laporannya, tim menuturkan permainan catur muncul di dunia Arab setelah penaklukan Persia pada abad ketujuh. Permainan ini lantas diperkenalkan ke Spanyol pada abad ke-10 oleh orang-orang Moor. Dari Spanyol, permainan menyebar dengan cepat ke utara, dan mungkin telah dikenal di Skandinavia tak lama kemudian.

Meski Ksatria itu menyerupai potongan catur dari Arab, bukan berarti itu dibuat disana. Arkeolog menyebut temuan ini sebagai catur yang terispirasi oleh budaya Arab.

Meskipun potongan catur dengan desain Arab jarang ditemukan di Skandinavia, ini bukan satu-satunya contoh dari kawasan ini. Arkeolog menemukan bagian biduk catur tertua yang dikenal di Skandinavia di Lund, Swedia. Potongan tersebut diperkirakan berasal dari paruh terakhir abad ke-12 dan memiliki desain yang serupa dengan yang ditemukan di Tonsberg.

Berita menarik lainnya: Peneliti Berhasil Rekonstruksi Wajah Remaja 9.000 Tahun

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA