Jumat , 12 January 2018, 05:24 WIB

SpaceX Bantah Roket Falcon 9 Gagal Kembali ke Bumi

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri
Mashable
Space X
Space X

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Laporan yang saling bertentangan muncul setelah peluncuran roket Falcon 9 yang luar biasa sukses dengan muatan rahasia pemerintah, yang diberi kode nama Zuma. Laporan yang berasal dari Wall Street Journal dan Bloomberg mengklaim bahwa Zuma terbakar saat masuk kembali ke atmosfer bumi.

Laporan ini sebagian didasarkan pada sebuah briefing yang seharusnya diberikan kepada anggota parlemen dan staf kongres, yang menunjukkan satelit tersebut tidak terpisah dari roket sesuai rencana. SpaceX tidak melaporkan adanya masalah dengan peluncuran tersebut.

Perusahaan biasanya mengumumkan peluncuran yang sukses terlepas dari klasifikasi muatannya. Namun, tidak ada konfirmasi yang diberikan oleh SpaceX atau Northrup Grumman, perusahaan yang memproduksi satelit rahasia tersebut.

"Untuk kejelasan, setelah meninjau semua data sampai saat ini, Falcon 9 melakukan semuanya dengan benar pada Ahad malam. Jika kami atau orang lain menemukan berdasarkan tinjauan lebih lanjut, kami akan segera melaporkannya,'' ucap Gwynne Shotwell, Presiden dan COO SpaceX, dikutip dari Sciencealert.

Menurut Gwynne, informasi yang dipublikasikan yang bertentangan dengan pernyataan ini secara kategoris salah. Karena sifat muatan yang diklasifikasikan, sehingga tidak ada komentar lebih lanjut.

Sebelumnya, tahap pertama Falcon 9 berhasil berhasil mendarat kembali di Bumi, menunjukkan bahwa roket tersebut masih beroperasi penuh. Lebih dari itu, Komando Strategis AS menambahkan sebuah entri ke katalog Space-Track tentang benda-benda buatan yang mengorbit planet ini, yang mengindikasikan bahwa satelit baru tersebut mampu membuat setidaknya satu orbit.

Namun SpaceX nampaknya yakin bahwa pihaknya memainkan perannya dalam misi Zuma dengan baik, dan perusahaan tersebut tidak meramalkan misi ini mengganggu jadwalnya. Menurut Gwynne, data yang ditinjau sejauh ini mengindikasikan bahwa tidak ada perubahan desain, operasional atau perubahan lainnya yang diperlukan. Sehingga mereka tidak mengantisipasi dampaknya pada jadwal peluncuran yang akan datang.

''Falcon Heavy telah diluncurkan ke launchpad LC-39A untuk pembakaran statis akhir pekan ini, untuk segera diikuti setelah penerbangan perdananya. Kami juga mempersiapkan peluncuran F9 untuk SES dan Pemerintah Luxembourg dari SLC- 40 dalam tiga minggu,'' ucapnya.

Juru bicara Kapten Angkatan Laut Brook DeWalt menyatakan Komando Strategis tidak menambahkan katalog satelit saat ini. Oleh karena itu, ini bisa mengindikasikan bahwa tidak ada penambahan selain entri satelit baru, atau bahwa satelit Zuma tidak lagi berada di orbit.