Kamis , 09 November 2017, 13:04 WIB

Kanker adalah Sel yang Bermutasi

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Winda Destiana Putri
Sciencealert
Sel kanker. Ilustrasi
Sel kanker. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Ilmuwan menyimpulkan bahwa kanker terjadi karena sel mengalami mutasi yang tidak diinginkan. Menurut perhitungan yang telah dilakukan dalam beberapa statistik dibutuhkan rata - rata satu dan sepuluh mutasi sel untuk membentuk sebuah kanker.

Sebuah studi yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Wellcome Trust Sanger Institute di Inggris menganalisis lebih dari 7.600 tumor yang mewakili 29 jenis kanker untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang mutasi jenis apa yang membuat sel menjadi kanker.

Mereka membandingkan jenis perubahan genetik yang ditemukan pada tumor dengan jaringan sehat dan antara generasi individu dari spesies yang berbeda. Pada tingkat tertentu, evolusi spesies dan perkembangan kanker memiliki kesamaan yang wajar. Keduanya adalah hasil dari variasi yang menyalin dirinya sendiri dalam jumlah yang lebih besar daripada yang lain dalam populasi mereka. Namun penelitian tersebut menyoroti satu perbedaan signifikan.

Dalam spesies tertentu, mutasi yang menghasilkan semacam perubahan fisik, mempertaruhkan gangguan beberapa proses biologis. Seleksi negatif semacam ini berarti mutasi lebih sering menjadi hal buruk, sehingga cenderung disingkirkan dari populasi.

Di sisi lain, sel individu dalam tubuh cenderung menoleransi mutasi yang akan menjadi bencana jika diwariskan. Gen penyebab kanker yang bermutasi biasanya bertanggung jawab atas kesehatan jaringan tubuh.

Gen lain yang biasanya bertanggung jawab untuk menekan penyebaran ini, juga dapat gagal melalui mutasi, sehingga sel-sel kanker lainnya tidak terdeteksi.

"Kami telah menjawab pertanyaan lama dalam penelitian kanker yang telah diperdebatkan sejak tahun 1950an: berapa banyak mutasi yang diperlukan untuk sel normal berubah menjadi sel kanker?" kata Peter Campbell dari Wellcome Trust Sanger Institute.

Periset telah mengembangkan pemahaman dengan membandingkan perkembangan kanker yang berbeda pada usia tertentu, dengan alasan bahwa beberapa tumor memerlukan beberapa tahun lagi untuk menemukan cukup banyak mutasi, dilansir laman Sciencealert.

Berita Terkait