Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

KLHK Laporkan Temuan Spesies Burung dan Orang Utan Baru

Senin 30 October 2017 13:36 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Dwi Murdaningsih

Siti Nurbaya

Siti Nurbaya

Foto: Tahta Aidila/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies burung baru yang berasal dari Pulau Rote, Provinsi NTT. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pun melaporkan jenis burung baru ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini di Istana Presiden, Jakarta.

"Tadi saya lapor ke Pak Presiden kita dapat spesies burung baru dari Pulau Rote saya minta izin bapak presiden," kata Siti di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (30/10).

Spesies burung baru tersebut akan menggunakan nama ilmiah Ibu Negara Iriana Jokowi, yakni Myzomela irianae. Hal inipun telah disetujui oleh Presiden.

"Dan bapak presiden sudah setuju mau pake nama ilmiahnya ibu negara," kata dia.

Myzomela irianae termasuk dalam family Meliphagida sebagai burung yang dilindungi menurut PP nomor 7/1999 dan Undang-Undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Burung tersebut memiliki bobot sekitar 32,23 gram dengan panjang tubuh dari paruh hingga ujung ekor mencapai 17,2 cm. Jenis burung ini bersuara sambal terbang dan berdiam pada habitat hutan, semak-semak, kebun dan pohon yang berbunga, kadang dijumpai memakan nectar pada bunga pohon jati di sekitar perkampungan.

Siti juga melaporkan terkait penemuan spesies orang utan baru di Tapanuli. Orang utan yang ditemukan di Kabupaten Tapanuli ini memiliki nama ilmiah Pongo Tapanuliensis. Menurut Siti, spesies baru orang utan ini secara genetik mirip dengan spesies yang berada di Kalimantan.

"Saya dapat laporan juga ada spesies orang utan baru di Tapanuli kelihatannya (Tapanuli) Selatan, genetiknya mirip Kalimantan tapi ditemukannya di Sumatera, nanti saya lapor pak Jokowi juga," kata Siti.

Spesies orang utan Tapanuli ini masuk dalam jenis kera besar yang terlangka dan terancam di dunia. Berdasarkan penelitian, orang utan Tapanuli ini hanya tersisa kurang dari 800 individu dengan luas total persebaran hanya 110 ribu hektare. Orang utan ini juga ditetapkan sebagai jenis kera baru berdasarkan penelitian genetika, morfologi, dan perilaku.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA