Selasa , 19 September 2017, 04:36 WIB

Inikah Foto Tertua di Dunia?

Rep: Nora Azizah/ Red: Dwi Murdaningsih
Harry Ransom Center's Gernsheim Collection via live science
Foto tertua di dunia yang dibuat dengan teknik aspal.
Foto tertua di dunia yang dibuat dengan teknik aspal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Foto tertua di dunia ternyata masih ada sampai saat ini. Sulit memang untuk melihat gambarnya karena foto terlihat abu-abu dan terdapat aspal. Laman Live Science memberitakan, pada 1826 seorang penemu bernama Joseph Nicephore Niepce mengambil sebuah foto dengan sebuah pemandangan luar dari Le Gras di Saint-Loup-de-Varennes, Prancis. 

Niepce sudah mengetahui sebelumnya trik dari aspal untuk sebuah foto. Apabila aspal dilarutkan dalam minyak lavender di atas piring timah, kemudian tempatkan piring seperti daun pada batang pohon. Saat piring tersebut terkena matahari maka aspal akan mengeras paling banyak di daerah piring yang tidak tertutup. Kemudian ketika piring tersebut dicuci maka aspal yang tidak mengeras akan luntur.
 
Sejarawan Fotografi dari Museum George Eastman Mark Osterman menjelaskan proses tersebut dalam sebuah artikel 'The Concise Focal Encyclopedia Photography' 2007 silam. Untuk mengambil foto pertama di dunia tersebut, Nieppce menggunakan aspal Yudea atau sejenis zat yang digunakan sejak zaman Mesir kuno. Aspal tersebut dicampur dengan air dan kemudian dimasukkan dalam piring timah dan dipanaskan.
 
Niepce kemudian meletakkannya di kamera dan mengarahkannya ke jendela. Ia meninggalkan kamera tersebut sekitar dua hari. Sebagian aspal terkena sinar matahari membentuk pelat seperti bangunan, dan bagian gelapnya seperti langit. Ia kemudian membersihkan bagian aspal yang tak mengeras sehingga gambarnya tidak terlihat. Saat ini foto tertua dan pertama di dunia tersebit berada di Harry Ransom Center, Austin, Texas.
 
Teknik pembuatan foto yang disebut heliografik ini menghasilkan foto tertua di dunia. Kualitas gambarnya buruk dan membutuhkan waktu yang lama untuk memproduksinya. Baru setelah Niepce bekerja sama dengan penemu lain bernama Louis Daguerre, mereka mampu menghasilkan foto dengan kualitas gambar yang jauh lebih baik dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memproduksinya.

Niepce meninggal pada 1833, sebelum teknik kolaborasinya dengan Daguerre dikembangkan secara sempurna. Namun, Daguerre dibantu oleh putra Niepce yakni Isidore Niepce akhirnya menemukan plat perak iodida yang mampu menghasilkan foto dengan kualitas lebih baik dalam beberapa menit saja.

Berita Terkait