Kamis , 10 Agustus 2017, 15:39 WIB

Harry Potter Bantu Penikmatnya Jauhi Rasa Ingin Mati

Rep: Christiyaningsih/ Red: Esthi Maharani
ist
Harry POtter
Harry POtter

REPUBLIKA.CO.ID, MARYLAND -- Kisah-kisah Harry Potter rupanya mampu mencegah orang-orang dari upaya mengakhiri hidup. Berdasarkan sebuah studi, orang-orang yang ada dalam keputusasaan cenderung membaca buku atau menonton film seri fantasi ini berkali-kali.

Bagi beberapa orang, kegelisahaan mengenai obsesi kematian membuat mereka membaca berulang buku-buku Harry Potter. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lance Garmon seorang asisten profesor Salisbury University di Maryland, AS.

"Bagi orang yang hidup dalam bayang-bayang kematian, cerita Harry Potter berperan menghalangi mekanisme itu," katanya dilansir dari laman Times of India.

Bagi pembaca-pembaca berusia lebih muda yang punya obsesi kematian tinggi, kisah Harry Potter membantu mereka bersikap lebih dewasa. Tema tentang kematian yang lebih menonjol daripada tema cinta dalam novel Harry Potter menjadi pemicunya. Harry Potter yang kehilangan orang tua dan kurang kasih sayang menjadi inspirasi bagi pembaca muda yang merasa depresi.

Dalam studi tersebut ada 400 responden mahasiswa yang dilibatkan. Para responden ditanya seberapa sering mereka membaca seri Harry Potter dan menonton film-filmnya. Para responden kemudian disodori sederet pertanyaan mengapa mau membaca atau menonton Harry Potter. Termasuk pertanyaan mengenai seberapa besar pikiran akan kematian hadir di kehidupan mereka sehari-hari.

Live Science melaporkan responden yang telah membaca Harry Potter sedikitnya sembilan kali atau menonton filmnya minimal 30 kali ternyata memetik inspirasi dari kisah-kisahnya. Kelompok ini merenungkan lebih banyak soal kematian dibandingkan responden yang lebih sedikit membaca atau menonton kisah rekaan JK Rowling tersebut.