Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Temuan Tetraneutron Bisa Ubah Cara Pandang Soal Energi Nuklir

Rabu 10 Februari 2016 10:21 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

partikel tetraneutron

partikel tetraneutron

Foto: Science alert

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Fisikawan dari Jepang menemukan tanda-tanda eksistensi dari partikel tetraneutron. Tetraneutron adalah empat partikel neutron tanpa satupun partikel proton. Selama bertahun-tahun, ilmuwan telah mencari keberadaan partikel ini. Jika partikel ini benar-benar ditemukan, bisa jadi akan mengubah pemahaman umum mengenai energi nuklir.

Dilasnir dari Asian Scientist, ada 1.965 makalah menyimpulkan tidak ada bukti ilmiah partikel ini dapat ditemukan. Hingga pada akhirnya, banyak ilmuwan menyimpulkan keberadaan tetraneutron ini adalah hal yang mustahil. Yang membuat mustahil adalah neutron yang 'sendiri' sangat bersifat tidak stabil.

Belum lama ini, fisikawan teoritis Fransisco Miguel Marques dan timnya di Prancis menggunakan satu teknik baru untuk mengamati partikel yakni dengan disintegrasi inti berilium dan lithium. Pada tahun 2002, mereka menghancurkan partikel berilium ke dalam partikel karbon dalam upayanya meledakkan klaster berilium dari empat neutronnya (berilium memiliki nomor atom 4).

Tim Marques menemukan bukti yang sama pada 2004 namun tak ada seorangpun yang berhasil meniru metode ini. Alhasil, argumen yang diajukan Marques seolah terbantah. Namun, kini tim dari University of Tokyo Graduate School of Science berhasil meniru dan memodifikasi yang dilakukan Marques. Mereka bekerja dengan partikel berilium untuk memproduksi apa yang disebut state tetraneutron.

Mereka melakukan ini dengan menembakkan sinar inti helium (yang memiliki dua proton dan enam neutron) pada helium cair (yang memiliki dua proton dan dua neutron). Dan, ketika partikel ini bertabrakan enpat neutron hilang. Kejadian ini berlangsung sekitar seper satu miliar detik sebelum akhirnya muncul kembali.

Bagaimana tim bisa yakin dengan hal ini? Tim mengukur energi yang dilepaskan oleh partikel dalam reaksi. "Ini menegaskan bahwa empat neutron yang hilang memang terikat menjadi partikel tetraneutron," ujar Susumu Shimoura, salah seorang anggota tim.

Sekarang, beberapa tim yang berbeda sedang mengikuti metode ini untuk membuktikan apakah tetraneutron benar-benar ada. Apakah betul tetraneutron benar-benar bisa eksis atau tidak. Pembuktian ini bisa jadi akan mengubah pandangan teoritis mengenai energi nuklir. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Physical Review.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA