Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Malware Berkedok Konten Pornografi Serang Perangkat Bergerak

Jumat 09 Februari 2018 20:40 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Esthi Maharani

Malware

Malware

Pelaku memasang konten melalui program sehingga memancing pengguna.

REPUBLIKA.CO.ID,  RUSIA.- Disepanjang 2017 lalu, sebanyak 25,4 persen atau sekitar 1,2 juta orang di dunia harus berhadapan dengan malware. Kali ini, malware yang disebar berbentuk tak biasa. Para pelaku penyebar malware menggunakan konten khusus dewasa atau berbumbu pornografi. Pelaku memasang konten melalui program sehingga memancing pengguna.

Laporan tersebut berdasarkan studi dari Kaspersky Lab berjudul 'Cyberthreats facing users of adult websites and apps'. Sebelumnya, para pengiklan mengungkapkan bahwa konten dewasa sangat menjual. Namun di dunia maya konten tersebut tidak hanya bersifat untuk meningkatkan penjualan tetapi juga sebagai alat untuk aktivitas berbahaya.

"Ada beberapa spesifikasi serangan menggunakan aplikasi berbahaya bertema pornografi," kata Ahli Keamanan Kaspersky Lab Roman Unuchek dalam sebuah pernyataan resmi pekan lalu. Pihak Kaspersky Lab memang tidak mengklaim bahwa aplikasi mobile bertema pornografi secara teknis berbeda dengan yang tidak. Namun dalam indikasi serangan ditemukan dalam konten berbau pornografi tersebut.

Para korban terkena infeksi program berbahaya berbasis konten dewasa akan berpikir terlebih dahulu sebelum melapor. Korban merasa akan mendapatkan pandangan negatif terhadap perilaku melihat konten seronok. Dari perspektif pelaku serangan, pengakses konten melalui ponsel cenderung lebih mudah. Alasan mereka sederhana, yakni banyak pengguna internet lebih banyak menggunakan ponsel daripada perangkat lain.

Dalam laporan Kaspersky mengungkapkan, terdapat 23 jenis malware di dalam perangkat lunak seronok. Korban terkena malware ketika mengunduh aplikasi pornografi yang tidak dikenal sehingga terpapar infeksi bernama 'clickers'. Kemudian setelah terinfeksi, malware menyerang saat pengguna meng-klik tautan atau mencoba memasukkan informasi ke langganan WAP. Dari aktivitas tersebut pelaku menguras kartu kredit seluler prabayar korban.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA