Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Netizen 'Dilema' Terhadap Pengguna Kata Sandi

Selasa 16 January 2018 10:43 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri

Kaspersky

Kaspersky

Foto: commons.wikimedia.org

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaspersky Lab melakukan penelitian terhadap penggunaan kata sandi oleh netizen. Dari hasil penelitian yang dirilis beberapa waktu lalu oleh Kaspersky, para netizen mengalami dilema terhadap kata sandi.

Beberapa netizen mengaku, kata sandi yang rumit memang aman namun sulit untuk mengingat. Berbeda dengan kata sandi berkombinasi mudah tetapi rentan diretas.

Berdasarkan penelitian tersebut, banyak responden memahami kebutuhan kata sandi yang kuat untuk mengamankan akun. Tiga akun online yang membutuhkan kata sandi kuat versi reponden, yakni akun perbankan (63 persen), aplikasi pembayaran termasuk e-wallet (42 persen), dan aplikasi belanja online (41 persen). Namun para responden mengaku bahwa kata sandi kuat cukup sulit untuk dihapal.

 

Kesulitan tersebut membuat responden memiliki kecenderungan lupa dengan kata sandi. Akibatnya, responden tidak bisa mengakses akun tersebut. Sebanyak 38 persen pengguna tidak dapat dengan cepat mengingat kata sandi untuk akun online pribadi. Bahkan kondisi tersebut membuat pengguna frustasi hingga stres sehingga mengganggu aktivitas normal. Kemudian sebesar 51 persen dari responden tidak menyimpan kata sandi dengan aman, sementara 23 persen lainnya menulis kata sandi di dalam notepad untuk memudahkan ingatan.

 

Dari hasil penelitian, untuk menghindari frustasi tersebut akhirnya para netizan menggunakan kata sandi lemah agar mudah diingat. Sebanyak 10 persen hanya menggunakan satu kata sandi saja untuk semua akun online. Hal tersebut membuat 17 persen responden sudah mendapat ancaman hingga mengalami peretasan akun selama satu tahun terakhir.

 

Sebanyak 41 persen email responden menjadi target peretasan, kemudian 37 persen akun sosial media, 18 persen rekening perbankan, dan 18 persen akun belanja online. Head of Consumer Business Kaspersky Lab Andrei Mochola mengatakan, jika pengguna mempunyai kata sandi kuat yang dapat diingat setiap saat maka akun online akan jauh lebih aman. "Hal ini sangat penting bagi pengguna," kata Mochola. 

 

Mochola mengatakan, apabila hal tersebut dirasa sulit maka pengguna memerlukan sebuah platform yang bisa menjadi solusi pengingat. Kaspersky memiliki platform bernama 'Password Manager' sehingga netizen bisa memiliki kata sandi yang kuat tanpa harus menuliskannya pada notepad. Bahkan pengguna tidak perlu mengingat rangkaian huruf rumit dari kata sandi tersebut. Pengguna hanya cukup mengingat satu kata sandi utama untuk mengakses semua akun online.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES