Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Survei: 35 Persen Perusahaan Lalai Lindungi Data

Kamis, 21 Maret 2013, 16:52 WIB
Komentar : 0
PC World
Peretasan. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah survei yang dilakukan Kaspersky Lab bersama B2B International menemukan bahwa sekitar 35 persen perusahaan di dunia tidak melindungi datanya dengan baik sehingga rawan diakses oleh siapa saja.

Survei yang melibatkan 5.000 manajer TI senior di seluruh dunia November tahun lalu itu, mendapati 35 persen perusahaan tidak menggunakan teknologi enkripsi untuk melindungi datanya sehingga mudah bocor, kata Kaspersky Lab dalam siaran persnya, Kamis (21/3).

Kegiatan mata-mata perusahaan dan kebocoran data yang tidak disengaja merupakan ancaman serius bagi bisnis, namun masih banyak perusahaan yang tidak melindungi informasi penting mereka dengan software keamanan.

Menurut data B2B International, jenis enkripsi yang banyak digunakan adalah "File and Folder Level Encryption" serta "Full Disk Encryption".

File and Folder Level Encryption adalah fitur yang bisa diandalkan untuk melindungi file dan folder penting bisnis, sedangkan Full Disk Encryption bisa menyembunyikan seluruh konten hard drive, termasuk file sementara (temporary).

Dengan menggunakan fitur enkripsi seperti itu, menurut Kaspersky Lab, para penjahat cyber akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan komputer yang sangat kuat untuk bisa membuka enkripsi data.

Meski memiliki manfaat besar bagi perusahaan, 34 persen perusahaan masih belum menggunakan File and Folder Level Encryption dan bahkan 17 persen  perusahaan sama sekali tidak memiliki rencana untuk menggunakan enkripsi data.

Hasil yang sama terlihat untuk Full Disk Encryption di mana dari seluruh responden hanya 36 persen yang sudah menggunakannya dan 18 persen responden sama sekali tidak memiliki rencana untuk menggunakan enkripsi data.

Hal ini jelas membahayakan keutuhan informasi perusahaan, termasuk data rahasia, dan konsekuensinya bisa sangat serius bahkan fatal, kata Kaspersky Lab.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
728 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...