Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Listrik Jadi Kendala Program Layanan Internet di Daerah

Rabu, 20 Maret 2013, 00:30 WIB
Komentar : 0
Antara
Akses internet di daerah. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN, SUMBAR -- Kekurangan jaringan listrik menjadi kendala utama Kementrian Komunikasi dan Informatika dalam melaksanakan program Kewajiban Pelayanan Umum (KPU) berupa penyediaan akses intenet di desa-desa terpencil.

"Sampai saat ini terdapat 15 sampai 20 persen kendala berupa kekurangan listrik di desa-desa di seluruh Indonesia untuk menjalankan program layanan internet," kata anggota Dewan Pengawas Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informasi (BP3TI) Koesmarihati Soegondo di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Selasa (19/3).

Koesmarihati berada di Painan untuk mensosialisasikan program KPU Kominfo, yaitu penyediaan akses internet di daerah-daerah terpencil di Kabupaten Pesisir Selatan.

Sosialisasi yang berlangsung di Balai Pertemuan DPRD itu diikuti lebih dari 200 orang yang berasal dari dinas terkait, kelompok organisasi pemuda, pelajar, pemuka adat serta narasumber dari Telkomsel dan PT Lintasaarta.

Menurut Koesmarihati, Kementrian Kominfo bekerjasama dengan operator penyedia layanan internet berupaya membuka akses komunikasi dan informasi bagi daerah yang selama ini sangat minim jaringan telpon dan internet.

"Perusahaan penyedia layanan komunikasi wajib menyisihkan 1,25 persen keuntungan kotor untuk mendukung program ini melalui kontrak selama lima tahun," katanya.

Melalui kontrak kerjasama tersebut, pihak operator diharuskan menyediakan layanan internet dengan harga murah, tidak lebih dari Rp 2.500 per jam.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
1.061 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...