Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wikipedia Kembali Hapus Artikel 'Hoax'

Sunday, 06 January 2013, 23:41 WIB
Komentar : 0
WIKIPEDIA
Wikipedia
Wikipedia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laman ensiklopedia multibahasa Wikipedia resmi menghapus sebuah artikel tentang perang di India abad ke-17 yang sebenarnya tidak pernah ada.

Editor Wikipedia, ShelfSkewed, menghapus artikel perang yang disebut Bicholim Conflict itu pekan lalu, setelah lebih dari lima tahun tampil.

Sebelumnya laman ensiklopedia itu menampilkan artikel tentang bentrokan antara Portugal dan Kerajaan Maratha di India tahun 1640 sampai 1641, perang yang tidak dideklarasikan yang kemudian disebut Bicholim Conflict, seperti nama kawasan India utara tempat kebanyakan peperangan terjadi.

Bentrokan itu berakhir dengan traktat perdamaian yang membantu membawa Goa sebagai satu negara bagian India yang independen.

Semua itu kenyataannya tidak pernah terjadi. Bicholim Conflict hanya hasil khayalan Wikipedian, sebuah hoax besar dengan 4.500 kata yang berhasil mengelabuhi editor Wikipedia selama lebih dari lima tahun.

Bahkan artikel lelucon itu sempat mendapat label sebagai "Artikel Bagus" hanya dua bulan setelah artikel diunggah pada Juli 2007.

Meski artikel sudah dihapus namun pengaruh Wikipedia di Web membuat Bicholim Conflict terus bertahan di jaringan seperti parasit. Konflik itu antara lain masih tercatat di laman New World Encyclopedia dan Encyclo.

"Pencarian dalam jaringan untuk Bicholim Conflict atau beberapa sumber rujukan artikel hanya memuat hasil yang merujuk kembali pada artikel itu," kata ShelfSkewed.

Laman The Daily Dot mencatat, konflik Bicholim bukan satu-satunya artikel palsu di Wikipedia. Artikel palsu tentang alat penyiksa yang disebut Crocodile Shears dihapus setelah lebih dari enam tahun tampil dan penjelasan tentang pembunuh Julius Caesar bernama Gaius Flavius Antoninus dihapus setelah delapan tahun.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...