Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mehr, Pesaing You Tube dari Iran

Senin, 10 Desember 2012, 16:41 WIB
Komentar : 0
Mehr

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--JAKARTA--Kontroversi film 'Innocent Muslim' yang muncul di youtube beberapa waktu lalu memancing amarah dari umat Muslim dunia, ternyata memberikan inspirasi baru bagi Iran.

Kasus itu mengakibatkan warga Iran tidak berminat lagi mengunduh video mereka ke youtube, Iran meluncurkan situs baru yang menggantikan kedudukan youtube di negri para mullah itu.

Website bernama mehr.ir tersebut resmi dilaunching Senin (10/12). Mehr sendiri dalam bahasa Persia berarti kasih sayang. Nama tersebut sebagai tandingan bagi youtube yang telah menyebarkan kebencian muslim dunia dengan konten-kontennya yang dianggap ofensif.

Selain itu, mehr.ir juga mewakili keinginan rakyat Iran untuk mempromosikan kebudayaan mereka kepada dunia. Saat ini telah tersedia berbagai video singkat yang berisi berbagai macam kebudayaan dan adat istiadat Iran yang langsung diproduksi oleh pemerintah Iran.

"Mulai sekarang, kita dapat mengunggah film pendek mereka di website ini. Dan mengakses (IRIB) materi yang diproduksi," kata wakil kepala IRIB, Lotfollah Siahkali, Senin (10/12).

Kebencian sebahagian besar rakyat Iran kepada youtube setelah tayangan film 'Innocent Muslim' yang mengandung konten menghina Rasulullah SAW. Film yang di upload pada juli 2012 tersebut memancing kemarahan dunia Islam hingga mengakibatkan 75 orang tewas.

Selain itu, Iran juga selalu mengontrol akses internet mereka ke situs-situs asing lainnya. Tak hanya situs-situs yang berbau pornografi dan kekerasan, Facebook dan Twitter pun mendapat pengontrolan cukup ketat dari sistem pertahanan cyber Iran. Iran juga pernah menerapkan larangan akses ke google, termasuk diantaranya Gmail.

Reporter : hanan putra
Redaktur : Taufik Rachman
6.247 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda