Wednesday, 12 Jumadil Akhir 1436 / 01 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Facebook App Center bukan 'Musuh' Toko Apple dan Google

Friday, 11 May 2012, 01:35 WIB
Komentar : 0
Metro.co.uk
Facebook App Center
Facebook App Center

REPUBLIKA.CO.ID, INGGRIS - Facebook siap meluncurkan toko aplikasi App Center dalam beberapa minggu kedepan. Kehadirannya terkesan menyaingi toko online popular yang sudah ada seperti App Store milik Apple dan Google Play. Namun, Facebook mengindikasikan tidak mengusung niat itu.

Hal ini diungkapkan Aaron Brady, Divisi Mobile App Center Facebook, dalam blog resmi Facebook, Kamis (10/5) waktu setempat. 

"App Center didesain untuk menumbuhkan aplikasi yang menggunakan Facebook, baik yang berada di iOS, Android, atau mobile web," kata dia, seperti dikutip BBC, Kamis. 

"Dari App Center versi mobile, pengguna dapat memilih aplikasi yang kompatibel dengan perangkat mereka, dan jika sebuah aplikasi mobile membutuhkan instalasi, mereka akan dikirim untuk mengunduh aplikasi tersebut dari App Store atau Google Play."

Namun tidak semua aplikasi di Google Play dan App Store dapat diakses via App Center. Facebook telah menentukan sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, dimana salah satunya adalah login di aplikasi harus melalui akun Facebook.

Dalam waktu dekat Facebook berkata para pengembang juga bisa menarik keuntungan dari aplikasi buatan mereka yang dijajakan di sana. Namun, Facebook disebut sebut akan meminta "jatah" sebesar 30 persen dari nilai transaksi.

"Para pengembang sebaiknya mulai bersiap siap saat ini untuk memastikan aplikasi mereka disertakan dalam peluncuran," ungkap Aaron.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : BBC
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal Blokir Situs, MUI: Kemenkominfo Harus Cermat
JAKARTA -- Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Slamet Effendy Yusuf menilai pemblokiran situs Islam yang diambil  Kementerian Komunikasi...