Jumat, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bisnis Online Dorong Pertumbuhan Broadband di Indonesia

Kamis, 16 Februari 2012, 01:29 WIB
Komentar : 0
Corbis.com
Memulai Bisnis Online
Memulai Bisnis Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisnis online yang semakin muncul ke permukaan berpotensi mendorong perkembangan koneksi data transmisi internet berkecepatan tinggi (broadband) di Indonesia. Hal ini dikarenakan boomingnya sosial media dan tren komunikasi online di internet. Hingga 2015, lembaga riset Frost and Sullivan memprediksi peningkatannya hingga 60 persen.

"Pertumbuhan bisnis online (e-commerce) di Indonesia bisa mencapai 67 persen," kata Wakil Presiden Frost and Sullivan Asia Pasifik Jayesh Easwaramony dalam diskusi di Mid Plasa Intercontinental Hotel Jakarta, Rabu (15/2).

Hal ini bersamaan dengan semakin banyaknya program-program pemerintah di Indonesia di bidang infrastruktur dan teknologi yang ditunjang dengan regulasi memadai.

Jayesh menilai meskipun pendapatan dari pelaku pasar bisnis online di Indonesia saat ini masih kecil, namun potensi pertumbuhannya terbuka lebar. Pada 2015, bisnis e-commerce dan konten digital lainnya akan mendatangkan pendapatan mencapai 1,8 miliar dolar AS.

Direktur Frost and Sullivan Indonesia Eugene van de Weerd mengatakan, dari sisi perusahaan, peluang lebar untuk bisnis e-commerce dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan. "Nilainya diprediksi mencapai tiga miliar dolar AS pada 2015 nanti," kata Eugene.

Pertumbuhan itu disebabkan semakin banyaknya ekspansi pusat-pusat pelayanan data dan jasa (data center). Pemainnya adalah pengusaha-pengusaha domestik dan internasional yang bergabung dengan sistem integrasi yang berkesinambungan.


Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Hafidz Muftisany
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...