Twitter Mencibir Google, Sebut Perubahan si Raksasa Buruk Bagi 'Netter'

Rabu, 11 Januari 2012, 16:38 WIB
AP
Twitter Mencibir Google, Sebut Perubahan si Raksasa Buruk Bagi 'Netter'
Google

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO - Usai mengumumkan perubahan dalam mesin pencarinya, Google menuai komentar miring dari Twitter. Penyedia layanan mikroblogging itu menyebut perubahan sesuatu yang 'buruk' bagi para pengguna internet dan penerbit situs web

Twitter menyebut perubahan yang dilakukan raksasa cyber, Google hanya membuat sulit pengguna untuk menemukan berita panas terkini yang kerap di-'share' dengan pengguna lewat layanan mikrobloggingnya

"Seperti yang kami saksikan dan kami alami dari waktu ke waktu, berita terkini selalu muncul pertama kali lewat Twitter. Sebagai hasil, akun Twitter dan Tweet memberikan hasil pencarian paling relevan," ujar perusahaan dalam pernyataannya.

"Kami prihatin, pasalnya perubahan di Google membuat penemuan informasi itu menjadi kian sulit bagi siapa pun. Kami pikir itu buruk bagi orang-orang dan pemilik situs, organisasi baru dan juga pengguna Twitter," imbuh pernyataan tersebut.

Kritik Twitter muncul beberapa jam setelah Google mengumumkan fitur-fitur baru yang membuat hasil pencarian lebih personal, yang justru kian menggarisbawahi kompetisi kian berkembang di kalangan perusahaan penerbit situs. Masalahnya perubahan itu dianggap tidak etis mengingat Google saat ini tengah menghadapi gugatan monopoli.

Jurubicara Twitter menolak berkomentar apakah mereka akan mengajukan pengaduan resmi kepada otoritas anti-monopoli terkait perubahan Google.

"Kami sedikit tekejut dengan komentar Twitter mengenai fitur 'Search plus Your World' karena mereka (Twitter) yang memilih tidak memperbarui kesepakatan dengan kami musim panas lalu," balas Google dalam postingan publiknya.

Menurut kesepakatan 2009, kebijakan untuk menayangkan postingan pesan Twitter secara real Time oleh Google sebagai hasil pencarian, telah kedaluwarsa pada Juli

Google juga mengatakan perusahaan telah mematuhi kode yang melekat pada beberapa pesan Twitter yang menginstruksikan agar mesin pencari tidak merangking pesan mereka dalam hasil.

Google meluncurkan jejaring sosial pada Juni dilabeli Google+ yang menawarkan banyak kemampuan dan bisa terkoneksi ke Twitter serta Facebook. Perubahan pada Selasa lalu dalam mesin pencarian Google, membuat foto, postingan dari Google+ meningkat secara gamblang dalam hasil pencarian.

Perubahan itu secara efektif menciptakan hasil pencarian yang dapat disesuaikan, terutama oleh pengguna yang masuk ke layanan Goggle. Seorang yang mencari kata 'Hawai' misal, mungkin akan menemukan foto pribadi teman-teman mereka yang telah di-share dalam Google+ dan juga informasi publik mengenai wilayah kepulauan tersebut.

Konsultan umum Twitter, Alex Macgillivray, mantan kuasa hukum Google, lewat sebuah Tweet pada Selasa berkata, "Perubahan Google 'membungkus' hasil pencarian Web dalam kemasan 'hari buruk bagi keleluasaan berinternet'

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: AP
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Ada lima macam binatang yang tidak berdosa atas pembunuhnya di tanah haram dan dalam keadaan ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung gagak, burung elang dan anjing buas.(HR Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...