Rabu , 17 May 2017, 12:16 WIB

Perkiraan Mahalnya Harga Iphone 8

Rep: Novita Intan/ Red: Winda Destiana Putri
GSM Arena
iPhone 8
iPhone 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Beredar kabar bahwa harga iPhone 8 yang akan keluar nanti akan mempunyai harga begitu mahal. Sebuah catatan investor Goldman Sachs baru yang diperoleh oleh Business Insider mengklaim memiliki beberapa wawasan baru tentang berapa besar versi deluxe dari iPhone 8 yang akan dikenakan biaya selangit.

Dilansir laman Mashable, hasilnya, smartphone ini benar-benar memiliki teknologi yang memang pantas jika harganya bisa mahal. Penulis catatan tersebut, analis Simona Jankowski, memperkirakan iPhone 8 akan memasuki pasar akhir tahun ini dengan harga USD 999 dan USD 1.099 untuk memory 128 GB 256 GB.

Biaya stiker tersebut merupakan lompatan besar dari titik harga saat ini untuk iPhone 7 Plus. iPhone dengan memory 256 GB yang paling mahal sekitar USD 969, USD 130 penuh kurang dari apa yang Jankowski harapkan (sebelum pajak).

Tim Goldman mengatakan kepada investor bahwa biaya tambahan tersebut dibenarkan oleh materi di balik semua fitur baru yang mereka harapkan akan hadir dengan perangkat ini. Layar OLED berukuran 5.8 inci bisa dipasang pada tambahan 35 dolar, sementara teknologi penginderaan dan fitur memori 3D-sensing mungkin mengalami kenaikan biaya tambahan sebesar USD 20 dan antara USD 16 dan USD 29.

Jankowski mengatakan bahwa dia yakin Apple telah menyelesaikan perancangan terakhir perangkat tersebut, lengkap dengan prosesor A11, alat baru untuk otentikasi biometrik, dan layar bebas bezel tanpa tombol rumah fisik. Tim Goldman mengharapkan Apple juga akan merilis model 7S dan 7S Plus yang baru, juga mulai dari USD 649 dan USD 769, yang sesuai dengan harga saat ini untuk 7 dan 7 Plus.

Tingkat harga berikutnya mungkin tidak menjadi masalah bagi Apple. Hype seputar iPhone 8 begitu kuat sehingga para analis memproyeksikan akan memulai sebuah 'supercycle' upgrade pada saat diluncurkan.

Antisipasi tersebut berpotensi mengetuk siklus penjualan perusahaan hampir setahun menjelang peluncurannya, menurut CEO Tim Cook tidak lain. Tentu ini semua spekulasi. Catatan Goldman tampaknya memiliki penelitian dan analisis yang lebih solid di belakangnya daripada yang lain yang baru-baru ini kami perhatikan, namun sampai Apple mengumumkan secara resmi perangkat.