Sabtu , 09 April 2016, 12:02 WIB

Manusia Semakin Bergantung pada Smartphone

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri
Ponsel
Ponsel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaspersky Lab melakukan penelitian pada 2015 lalu dengan melontarkan pertanyaan 'Apakah anda seorang multitasker?'. Maksud dari pertanyaan tersebut, seseorang bisa mendengarkan, mencatat, dan mengirim pesan dalam waktu bersamaan.

Respondens yang mayoritas merupakan pekerja kemudian menjawab 'Ya'. Namun hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Utara tersebut mengeluarkan hasil berbeda. Sebanyak 44 persen pekerja kantoran justru? mengakui bahwa membuat catatan secara digital saat bekerja.

Hasil tersebut juga menunjukkan, respondens seringkali tidak memahami maksud dari pembicaraan narasumber secara kontekstual, emosional, dan makna dari perkataannya.

Bahkan respondens juga sering gagal dalam memehami makna dari ungkapan narasumber. Kemudian sebanyak 13 persen respondens juga mengakui sering kehilangan catatan mereka di dalam perangkat digital.

Saat sudah hilang, peserta akan merasa kebingungan karena tidak memiliki salinannya. "Anda bisa saja tidak percaya bahwa manusia tidak lagi menjadi seorang multi tasker, tapi penelitian ini menunjukkan faktanya," kata Head of System Engineering Kaspersky Lab North America Michael Canavan, pekan lalu.

Penelitian juga menemukan bahwa banyak pelaku bisnis profesional tidak mendengarkan secara aktif saat hadir dalam sebuah pertemuan. Mereka akan menggantinya dengan hal lebih mudah, seperti mengetik catatan dan memiliki real time notes dari rapat. Sebanyak 46 persen respondens merasa catatan tulisan lebih berfungsi daripada suara. Kemudian sebesar 67 persen setuju mengenai catatan digital lebih mudah diandalkan daripada memori.

Kemampuan memori manusia menjadi terbatas bila tak menggunakannya dengan baik. Apabila hanya mengandalkan memori manusia saja, maka akan mengalami kesulitan ketika mentransfer pesan dari 'working memory' jangka pendek ke jangka panjang.

"Ketika informasi tersebut kurang familiar bahkan seseorang akan benar-benar tak bisa paham," ungkap Dr. Gorkan Ahmetoglu selaku Dosen Psikologi Bisnis di Universitas College, London.

Saat mencatat sebanyak mungkin, bisa saja catatan tersebut akan digunakan sebagai referensi. Namun tidak selalu membangun pemahaman terhadap informasi yang sudah didapat.