Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Home Depot Pindah ke iPhone 5, Blackberry Tersandung

Rabu, 13 Februari 2013, 03:21 WIB
Komentar : 0
N4BB
BlackBerry q10

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA--Produsen Kanada pembuat Blackberry mengalami pukulan kemunduran dalam gebrakan ponsel terbarunya setelah pelanggan utama Home Depot mengonfirmasi, Selasa, (12/2) mereka beralih ke iPhone Apple.

Lewat keputusan itu penjualan Blackberry dipastikan turun hingga 4,5 persen. Angka yang cukup besar dan disumbang hanya oleh satu perusahaan. Kok bisa?

Tidak mengherankan, juru bicara ritel berbasis online tersebut, Stephen Holmes, kepada AFP memastikan nyaris 10 ribu ponsel Blackberry yang digunakan baik oleh eksekutif perusahaan dan manajer toko akan dibuang untuk digantikan dengan iPhone 5.

Blackberry memang telah membantu menciptakan budaya pengguna ponsel tipe smartphone nyaris satu dekade lalu---hingga dijuluki 'pecandu crackberry'. Namun banyak dari pelanggan berpindah ke Apple atau ponsel berbasis Android setelah perkembangan Blackberry dinilai jalan di tempat.

Jatuh tertinggal jauh di belakang Aple dan kehilangan cengkraman terhadap pembuat ponsel cerdas lain, seperti Samsung, membuat Blackberry bulan lalu meluncurkan dua piranti baru,  the Q10 and the Z10.

Pengamat memandangnya sebagai pertaruhan untuk memulihkan kembali keuntungan dan mendapat pembagian pasar. Tapi dengan pengumuman dari Home Depo, siapa bisa menduga?

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
6.601 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda